Pemula Wajib Tahu! 6 Kesalahan Umum Investor Kripto

admin

Investasi kripto memang menggoda banyak orang karena potensi keuntungannya yang tinggi dalam waktu singkat. Banyak pemula terjebak karena hanya tergoda oleh naiknya harga Bitcoin tanpa memahami dasar investasi itu sendiri.

Padahal dibalik peluang besar itu, terdapat risiko yang tidak kecil, terutama bagi mereka yang baru terjun tanpa pemahaman yang cukup. Banyak investor pemula justru mengalami kerugian akibat kesalahan dasar yang seharusnya bisa dihindari sejak awal.

Dengan mengenali kesalahan-kesalahan ini, supaya Anda sebagai investor pemula bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan dan memaksimalkan peluang keuntungan di dunia kripto yang harganya sangat fluktuatif ini.

5 Kesalahan Umum Investor Kripto

1. Tidak Melakukan Riset
Salah satu kesalahan terbesar pemula adalah membeli koin hanya karena ikut-ikutan atau melihat trend viral di media sosial. Banyak yang mencari tahu cara beli Bitcoin, tetapi tidak benar-benar memahami apa yang mereka beli.

Padahal, Bitcoin bukan sekadar aset digital, ia memiliki teknologi, ekosistem, dan nilai fundamental yang perlu dipelajari terlebih dahulu. Riset sederhana seperti membaca whitepaper, memahami konsep blockchain, dan memantau trend harga Bitcoin bisa membantu Anda mengenali potensi serta risikonya.

2. Terlalu Takut atau Serakah
Dua emosi utama yang sering menghancurkan investor adalah rasa takut (fear) dan keserakahan (greed). Ketika harga turun, investor panik dan menjual dititik terendah. Sebaliknya, saat harga naik, mereka tergoda untuk membeli lebih banyak tanpa perhitungan karena takut kehilangan momentum.

Kedua hal ini bisa menyebabkan keputusan impulsif yang jauh dari logika investasi. Investor seharusnya memiliki strategi jangka panjang dan memahami bahwa pasar kripto memang sangat volatile. Menetapkan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal bisa membantu menjaga emosi tetap stabil.

3. Menyimpan Aset di Exchange Terlalu Lama
Kesalahan klasik lain yang sering dilakukan pemula adalah menyimpan semua aset kripto di bursa (exchange). Padahal, exchange bukan tempat penyimpanan jangka panjang karena rawan diretas dan tidak sepenuhnya berada di bawah kendali investor. Jika exchange mengalami gangguan atau ditutup, aset bisa ikut hilang.

Cara yang lebih aman adalah memindahkan aset ke dompet pribadi (wallet). Dalam dunia terdapat istilah “Not your keys, not your coins“, yang artinya, selama investor tidak memegang private key sendiri, aset tersebut sebenarnya bukan sepenuhnya miliknya.

4. Tidak Melakukan Diversifikasi
Banyak pemula menginvestasikan seluruh modalnya ke satu aset karena yakin akan to the moon. Padahal, strategi ini sangatlah berisiko. Tanpa diversifikasi, kerugian pada satu aset bisa langsung menghabiskan seluruh modal.

Investor pelu melakukan manajemen risiko dengan mengatur proporsi investasi, membatasi jumlah kerugian yang bisa diterima, dan menyiapkan dana cadangan. Dengan strategi ini, investor bisa bertahan lebih lama di buarsa dan punya peluang untuk pulih dari fluktuasi yang tidak terduga.

5. Tidak Punya Exit Plan
Banyak investor masuk ke dunia kripto tanpa tahu kapan harus keluar. Mereka membeli koin saat murah, namun saat harga naik, mereka menunggu lebih lama dengan harapan naik lagi, hingga pada akhirnya harganya turun drastis.

Memiliki rencana keluar sangat penting supaya keputusan tidak semata didorong oleh emosi. Tentukan target keuntungan dan titik cut loss sejak awal. Dengan begitu, keputusan jual bisa dilakukan dengan disiplin tanpa perlu menebak arah pasar secara berlebihan.

6. Mengabaikan Keamanan Digital
Kesalahan lain yang sering diremehkan adalah tidak memperhatikan keamanan akun dan perangkat. Banyak investor pemula menggunakan password lemah, tidak mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA), atau membuka tautan mencurigakan dari media sosial.

Kejahatan siber di dunia kripto semakin canggih, mulai dari phishing, malware, hingga penipuan airdrop palsu. Oleh karena itu, gunakan autentikasi ganda, simpan private key secara offline, dan jangan pernah membagikan informasi sensitif kepada siapa pun.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar