Veto Amerika Soal Resolusi PBB Terkait Yerusalem, Cerminan Negara Anti Demokrasi

0
2

Lingkarannews.com Internasional- Amerika Serikat (AS) memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) yang menolak keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Rancangan resolusi itu didukung seluruh anggota DK PBB, kecuali AS yang memiliki hak veto.

Veto yang dikeluarkan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley menunjukkan Washington bersikukuh memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel juga mengabaikan sejumlah resolusi DK PBB, yang mengecam Israel soal Yerusalem.

Seperti dilansir media Reuters, keputusan AS ini membuat negara ini semakin terisolasi dalam isu status Kota Yerusalem. Ini menyusul keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk mengakui status Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan ini menimbulkan penolakan keras dari berbagai negara seperti Palestina, negara-negara Arab, dan sekutu dekat AS seperti negara-negara Eropa. Keputusan Trump ini juga mendapat kritik keras dari PBB dan Paus Fransiskus.

“Keputusan yang dibuat AS membuat suasana menjadi semakin tegang dengan terjadinya sejumlah insiden, seperti roket yang ditembakkan dari Gaza dan bentrokan antara warga Palestina dengan pasukan Israel,” kata Nickolay Mladenov, yang merupakan utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah kepada sidang DK PBB sebelum voting dilakukan.

Terkait pemindahan kedubes ke Kota Yerusalem, draf resolusi DK PBB ini juga melarang semua negara melakukannya. Soal ini, Haley mengatakan,”AS memiliki kedaulatan untuk menentukan dimana dan kapan akan membangun kedubes.”

Israel menganggap Kota Yerusalem sebagi ibu kota abadi dan menginginkan semua kantor kedubes negara dipindahkan ke sini. Sementara, Palestina menganggap Kota Yerusalaem Timur sebagai ibu kota Palestina di masa depan. Bagian timur Yerusalem ini dicaplok Israel lewat aneksasi pada Perang Enam Hari pda 1967. Namun dunia internasional tidak mengakui aneksasi Israel atas Kota Yerusalem.

Mempertanyakan Demokrasi ‘oplosan’ Amerika

Langkah amerika serikat dengan melakukan veto atas resolusi terkait yerusalem, sebenarnya memberi bukti pelaksanaan demokrasi bagi Amerika itu sendiri, dimana dunia selama ini mengenal Amerika adalah negara yang paling terdepan mengkampanyekan demokrasi

langkah veto Amerika Serikat tak lebih langkah sebuah negara yang anti Demokrasi, dimana suara 14 dari 15 negara anggota dewan keamanan PBB mendukung resolusi terkait yerusalem artinya hanya amerika yang menolak resolusi tersebut

Tak menerima kekalahan suara dukungan pada sidang dewan keamanan, Perwakilan pemerintah Amerika di PBB langsung lakukan hak vetonya, dan ini jelas memberitahukan kepada dunia, siapa sebenarnya Amerika Serikat yang selama ini berlindung dari label ‘Polisi Dunia’

Amerika Serikat tak ubahnya negara anti demokrasi, artinya tak bisa menerima suara banyak negara di PBB yang menolak klaim sepihak atas Yerusalem sebagai ibukota Israel yang dilakukan oleh pemerintah Donald Trump

Amerika Serikat berlindung dibalik hak veto yang dimiliki, tanpa memperhatikan suara penolakan negara-negara didunia, lantas, masih pantaskah Amerika Serikat disebut negara paling demokratis, penjungjung nilai nilai demokrasi?

ADW

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY