Vatikan Usut Video Sekte Klaim Bisa Kendalikan Paus Fransiskus

0
27

Lingkarannews.com Vatican- Vatikan sedang menyelidiki video tentang sebuah sekte Katolik yang mengklaim bisa mengendalikan Paus Fransiskus dan berhubungan dengan iblis. Sekte itu bernama Heralds of the Gospel.

Sekte Katolik Heralds of the Gospel  mulai menjadi bahan pembicaraan di media sosial. sosial. Dalam video itu para pengikut sekte yang berbasis di Brasil tersebut mengatakan bahwa mereka dapat menghubungi iblis dan mengendalikan Paus termasuk mengendalikan perubahan iklim.

Video tersebut tampaknya menunjukkan seorang penyembah setan tengah berkomunikasi dengan pendiri sekte bernama Dr Plinio Correa de Oliveira dan meninggal pada tahun 1995.

“Paus melakukan apapun yang saya mau, dia bodoh! Dia mematuhi saya dalam segala hal. Dia bersedia melakukan segalanya untuk saya. Dia melayani saya,” kata salah satu pengikut sekte itu dalam video seperti dikutip dari The Sun.

De Olivera adalah pemimpin Katolik ultra-konservatif -dan sejak kematiannya, beberapa pendukungnya telah terlibat dalam praktik ritualistik dengan maksud untuk memenangkan pemilihan paus dari yang lebih konservatif.

Video tersebut juga memprediksi bahwa Paus Fransiskus segera meningga dan akan digantikan oleh anggota sekte itu bernama Joao Scognamiglio Cla Dias.

Seperti yang dilansir Metro.uk pada 20 Juni 2017, hal ini menyebabkan Vatikan melancarkan penyelidikan setelah terdapat nama Dias, seorang uskup kehormatan di Basilika Kepausan Saint Mary Major di Roma.

Monsignor Joao Scognamiglio Cla Dias yang sempat memimpin sekte tersebut, diduga salah satu konsultan di sekte Herald of the Gospel

Seorang juru bicara Vatikan mengatakan kepada Vatican Insider bahwa penyelidikan mendalam dan menyeluruh tentang sekte yang mengaku bisa mengendalikan Paus Fransiskus sesegera mungkin dilakukan. Sekte Heralds of the Gospel merupakan pecahan dari Asosiasi Tradisi, Keluarga dan Properti atau TFP menyusul kematian Plinio pada tahun 1995. [Daily mail | Tempo.co]

red

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY