Universal Basic Income [ UBI ] ; Utopia atau Distopia ?

0
27

Lingkarannews.com EksBis – CEO, sekaligus founder Facebook, Mark Zuckerberg kembali mengungkapkan sebuah gagasan mengenai UBI ( Universal Basic Income ). “Kita harus mengeksplorasi gagasan seperti pendapatan dasar universal untuk memastikan setiap orang memiliki sebuah sandara untuk mencoba gagasan baru,” kata Zuckerberg di Harvard, pada hari Kamis lalu.

Jadi, apa sebenarnya UBI ?

Ini adalah gagasan yang mendapat banyak perhatian, terutama di Silicon Valley. Suatu negara yang memiliki pendapatan dasar universal yang menjamin setiap orang memiliki penghasilan minimum yang ditetapkan tanpa memperhatikan kriteria – usia, kekayaan, status pekerjaan, kampung halaman, ukuran keluarga, dll.

Itu berarti setiap orang mendapat gaji, entah mereka punya pekerjaan atau tidak.

Gagasan UBI, tidak sepenuh-nya baru. Sebab dipertengahan abad 20, kita mengenal Social Safety Net. Bahkan di Indonesia pun – dalam bentuk yang lebih sederhana – pernah dan masih menerapkan gagasan seperti ini, dengan nama yang berbeda ; jaring pengaman social, pada era presiden Habibie dan Megawati, bantuan langsung tunai pada era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan KKS pada era presiden Jokowi. Yang membedakan, UBI dilandasi oleh data kependudukan dan statistik yang baik, yang terintergrasi dengan data ketenagakerjaan yang mumpuni, sehingga, fungsi dan tujuan UBI sepenuhnya dapat tercapai.

Tujuan utama UBI atau Social Safety Net adalah untuk menjaga roda perekonomian. Dengan keberadaan gagasan ini, diharapkan daya beli masyarakat sebagai trigger dari roda penggerak ekonomi yang lebih besar, tidak berkurang, atau bahkan mati, sehingga siklus ekonomi berjalan tidak pincang.

Namun demikian, negara-negara yang benar-benar telah bereksperimen dengan konsep tersebut, seperti Kanada dan Finlandia pun tidak menganut sifat universal seperti yang di sampaikan Zuckerberg. Sejauh ini, mereka hanya memberikan pendapatan terjamin kepada penduduk yang baru saja memperoleh tunjangan pengangguran atau berpenghasilan rendah.

Mulai tahun ini, Finlandia memberikan pendapatan bulanan yang dijamin dengan hampir US$ 600 untuk sejumlah 2.000 warga. Warga dipilih secara acak namun harus mendapat tunjangan pengangguran atau subsidi pendapatan. Uang yang mereka bayarkan tidak dikenakan pajak. Ini adalah program dua tahun yang bisa diperluas secara nasional tergantung hasilnya.

Provinsi Ontario di Kanada, termasuk Toronto, memulai sebuah program percontohan pada bulan April yang mendata 4.000 warga dengan penghasilan tanpa syarat sekitar US$ 12.600 per tahun. Pelamar harus berusia antara 18 dan 64 tahun dan hidup dengan penghasilan terbatas.

Tapi ada banyak orang skeptis. Pemilih di Swiss melontarkan sebuah referendum tahun lalu untuk memberikan penghasilan dasar bagi warga negara.

Kritikus mengatakan bahwa gagasan tersebut memiliki niat baik, namun tidak memecahkan masalah yang lebih besar terkait dengan pertumbuhan upah yang tidak baik dalam beberapa dekade terakhir. Mereka juga mengatakan bahwa hal itu menantang anggapan bahwa Anda perlu bekerja untuk mendapatkan uang.

Para ahli berpendapat bahwa program UBI dan biaya yang terkait dengannya, dapat menempatkan program jaring pengaman sosial lainnya – jaminan sosial, Medicaid, Medicare, pell hibah untuk siswa berpenghasilan rendah – beresiko.

“Ini adalah misi yang salah arah,” kata Lawrence Mishel, presiden Institut Kebijakan Ekonomi, sebuah pusat penelitian non-partisan. “Ini adalah pandangan CEO teknologi dunia yang menurut saya terdistorsi.”

Berbagai Sumber

ADITYAWARMAN @aditnamasaya

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY