Pertamax Naik Setelah Launching Pertalite

0
582
RAMAH DAN NYAMAN. Operator mengisi BBM ke sebuah mobil di SPBU Pasti Pass! Jalan Brigjen Katamso Medan,Senin (1/12). SPBU Pasti Pass! memanjakan konsumen dengan memberikan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin, pelayanan yang ramah, serta fasilitas nyaman.

 

 

Lingkarannews.com- PT PERTAMINA (Persero) memastikan, tidak akan melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax sebelum pihaknya meluncurkan BBM jenis pertalite.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, Pertamina akan menaikkan harga pertamax jika sudah resmi meluncurkan pertalite. “Enggak mungkin harga pertamax naik sekarang selama pertalite belum terbit,” katanya di Terminal BBM Pelumpang.
Bambang menuturkan, peluncuran BBM jenis pertalite menjadi acuan Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Jika harga dinaikkan sekarang, akan menimbulkan disparitas harga cukup lebar.
Lanjut Bambang, disparitas harga antara premium dan pertamax dikhawatirkan mendorong konsumen yang diharapkan bermigrasi, kembali memilih premium sebagai primadona. “Kalau kita naikkan pertamax lagi, rugi kita. Karena kan disparitas harganya semakin jauh ke premium. Otomatis pelanggan bakal pindah ke premium,” tutupnya.
Ia menambahkan, izin niaga atau distribusi pertalite sudah disahkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pihaknya tinggal menunggu arahan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “Tapi untuk saat ini kita fokus mengamankan BBM untuk puasa dan Lebaran, arus mudik dan arus balik. Atau mungkin nanti ketika orang sudah selesai maaf-maafan. Sudah siap semuanya. Kita akan terbitkan,” tandasnya.
Impor BBM dari Korea Hingga Filipina
PT Pertamina menambah impor premium dan solar lebih banyak menjelang untuk mengamankan pasokan BBM di dalam negeri jelang puasa dan Lebaran.
Total BBM premium yang diimpor sebanyak 10 juta barel per bulan dan solar 6 juta barel per bulan. Pasokan BBM impor berasal dari banyak negara termasuk Korea dan Filipina. “Pasokan impor premium dan solar dari banyak negara, mulai dari Singapura, Malaysia, Filipina, Korea, Saudi Arabia, dan lain-lainnya,” kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, ditemui di Terminal Plumpang, Jakarta Utara
Bambang mengatakan, premium dan solar yang diimpor berasal dari BUMN minyak sampai trader minyak internasional. “Asal minyaknya dari National Oil Company (NOC) dan trader internasional lainnya,” ucap Bambang.
Ia menegaskan, impor BBM dari negara-negara tersebut, berdasarkan mekanisme lelang terbuka yang dilakukan Integrated Supply Chain (ISC). “Itu hasil tender,” katanya.
Seperti diketahui, untuk mengamankan pasokan BBM jelang puasa dan Lebaran, Pertamina menambah impor BBM. “Mei lalu kami impor sudah tambah premium 1 juta barel dan solar 500.000 barel. Juni-Juli ini per bulan kami tambah lagi 2 juta barel untuk premium dan 1 juta barel untuk solar,” kata Bambang.
Bambang mengatakan, tambahan impor BBM tersebut di luar jumlah impor premium dan solar Pertamina setiap bulannya yang mencapai 8 juta barel per bulan untuk premium, dan 5 juta barel per bulan untuk solar. “Tambahan impor ini di luar kebutuhan impor Pertamina setiap bulannya, untuk premium kita impor sekitar 8 juta barel per bulan, sedangkan solar kita impor 5 juta barel per bulan,” ungkapnya.
sumber: kaltimpost.co.id

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY