Pembunuhan Dubes Rusia: Issu Didalangi CIA dan FETO serta Rencana Putin Bangkitkan Kembali KGB

0
2665

Lingkarannews.com Ankara- Setelah tragedi Ankara (peristiwa penembakan dubes Rusia oleh salah satu anggota polisi Turki yang sedang tak bertugas), media Turki langsung menunjuk kepada CIA dan sosok Gullen dengan FETO nya dibalik peristiwa tersebut

Media Turki langsung mengarahkan bahwa pembunuhan dubes Rusia Karlov didalangi oleh CIA (NATO) dan kekuatan Gullen yang masih ada di barisan aparat keamanan Turki

Namun, banyak surat kabar di Turki dan kolumnis tidak ragu-ragu untuk memberi label pada  pria bersenjata anggota dari “Feto,” sebuah istilah pemerintah diciptakan untuk menyebut gerakan Gulen organisasi teroris, dan juga berbicara tentang peran AS dalam pembunuhan itu di halaman depan mereka pada hari Selasa.

Surat kabar Yeni Safak mengumumkan pembunuhan duta besar dengan pepatah judul, “Great sabotase.” Harian itu mengatakan “Para pembunuh pro-Feto dari CIA telah dikerahkan” untuk merusak hubungan Turki-Rusia. “Hal ini menyatakan bahwa AS telah mulai serangan terbuka [melawan Turki] melalui Feto,” kata harian itu.

Banyak media di Turki yang dianggap corong media pemerintahan Erdogan, diklaim barat telah melakukan propaganda dengan mencoba mengarahkan pelaku adalah bagian dari gerakan politik Gullen dengan FETO dan diback up oleh CIA (NATO)

Namun sebagian media di Rusia menyatakan fakta sebaliknya, dengan mengatakan pembunuhan Dubes Rusia untuk Turki adalah konspirasi yang dilakukan oleh Putin untuk membangkitkan kembali KGB

Ada peristiwa yang melandasi, mengapa Putin berupaya mengecilkan peran badan Intelejen nya sendiri FSB dan SVR, karena satu hal yaitu mereka telah berani melangkah terlalu dalam, https://www.bloomberg.com/view/articles/2016-11-15/why-putin-sacrificed-economy-minister-alexei-ulyukayev, Fakta yang menyebabkan mengapa Putin memiliki kepentingan membangun KGB dan berupaya menyingkirkan FSB

Ada upaya sebab akibat yang sedang dibangun oleh Putin dibalik rencana dibangkitkan kembali badan Intelejen era Uni Sovyet tersebut, yaitu adanya kebutuhan

Kebutuhan ketika SVR dan FSB dianggap tidak mampu, peristiwa pembunuhan dubes Karlov, satu sisi secara langsung memang menjatuhkan kredibilitas serta kemampuan SVR dan FSB didalam menjalankan tugasnya, maka diperlukan keputusan untuk membangkitkan KGB kembali

Respon yang dingin dari Vladimir Putin atas peristiwa penembakan dubes Karlov dianggap sebuah bukti, bahwa sebenarnya Putin mengetahui rencana pembunuhan tersebut

Ditambah pertanyaan setelah terjadinya peristiwa, yang langsung menyalahkan ketiadaan peran SVR (Badan Intelejen Rusia) dan FSB (Dinas Keamanan Federal Rusia) untuk menjaga dan melindungi sang dubes pada saat kejadian, dengan ketiadaan pencegahan melalui informasi intelejen terkait rencana penembakan tersebut

Kemampuan badan inetelejen Rusia yang ada pada saat ini langsung jatuh, akibat peristiwa tersebut, bukan Putin ataupun soal Erdogan; bahkan Gullen ataupun CIA yang dinilai rugi atas peristiwa pembunuhan tersebut, tetapi badan intelejen Rusia lah yang justru paling dirugikan

Kebutuhan serta desakan untuk dibangkitkan kembali KGB pun langsung menguat dan Putin pun yang paling diuntungkan seandainya KGB dibangkitkan kembali, politik balas jasa akan sangat terasa; ditambah pengendalian dan pengaruh Putin akan sangat terasa di KGB karena Rusia akan segera memasuki masa pemilihan Presiden

Putin dan KGB serta pengaruhnya kedepan, dengan pembunuhan dubes Rusia Karlov sebagai Trigger nya, itu saja

 

Adityawarman @aditnamasaya

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY