Nabi Muhammad SAW, Gulat dan Keutamaan Olahraga di Bulan Ramadhan

0
110

Lingkarannews.com Jakarta- Meski sedang melaksanakan ibadah puasa, umat muslim bukan berati tidak bisa berkegiatan sehari-hari seperti saat tidak sedang berpuasa. Pun dalam aktifitas berolahraga.

Islam tidak melarang umatnya untuk tidak berolahraga meski sedang berpuasa. Olahraga sendiri dalam Islam menjadi aktifitas yang disukai oleh Nabi Muhammad SAW.

Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Rasulullah SAW. bersabda: “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT daripada orang mu’min yang lemah.

Dari banyak literatur dan hadits, Nabi Muhammad SAW ternyata menyukai olahraga gulat. Hal ini tentu sangat sesuai dengan hadits yang disebut diatas.

Meski khusus bulan Ramadhan, ada waktu-waktu tertentu untuk umat muslim berolahraga. Seperti berolahraga setidaknya 30 menit menjelang buka puasa atau melakukan olahraga yang ringan seperti joging.

Seperti diriwayatkan oleh Abu Daud, Nabi Muhammad SAW pernah bergulat dengan seorang laki-laki yang kala itu terkenal sebagai jagoan gulat, Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf al-Muthallibi.

Rukanah kala itu dikenal memiliki bentuk badan yang ideal, kekar dan besar serta sangat lincah jika berkuda. Banyak laki-laki kala itu yang tak mampu menguncinya jika bertarung gulat.

Sampai pada tiba waktunya, Rukanah melawan Nabi Muhammad SAW untuk tanding gulat. Meski dikenal tersohor dengan kekuataannya, Rukanah justru dibuat tak berdaya oleh Nabi Muhammad SAW sampai dua atau tiga kali.

Ibnu Atsir mengatakan, “Rukanah adalah seseorang yang pernah duel gulat dengan Nabi Muhammad SAW. Beliau mengalahkannya dua atau tiga kali. Padahal ia termasuk laki-laki Quraisy yang paling kuat.

Ternyata kekalahan Rukanah tidak bisa diterima sang anak, Yazid bin Rukanah. Ia pun kembali menantang Nabi Muhammad SAW dengan imbalan 100 domba jika mampu dikalahkan.

Setali tiga uang dengan sang ayah, Yazid pun dibuat tak berdaya oleh Nabi Muhammad SAW sebanyak tiga kali.

Dari sejumlah hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ternyata tidak hanya suka olahraga gulat. Dari Riwayat Muslim disebut bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengadakan balapan berkuda untuk umat muslim dan memberikan hadiah untuk pemenangnya.

Selain itu, seperti diriwayatkan oleh HR Bukhari, bahwa Nabi Muhammad SAW akan sangat senang jika para sahabat berlatih panahan.

“Lemparlah panahmu itu, dan saya bersama kamu sekalian.” (HR. Bukhari).

Selain dua olahraga tersebut, Nabi Muhammad SAW juga sangat gemar dengan olahraga renang, alasannya renang membuat otot dan tulang digerakan bersama dengan satu gerakan yang berkoordinasi dengan dua anggota kaki dan dua anggota tangan.

Hal ini sangat sesuai dengan sistem kardiovaskular yakni  adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis).

Seperti dilansir dari esciencecentral.org, olahraga di bulan Ramadan ternyata membuat tubuh menjadi lebih baik. Di bulan Ramadan, tubuh akan mengalami perubahan yang cukup drastis. Perubahan metabolisme, fisiologis dan aspek psikologis saat umat muslim melaksanakan ibadah puasa.

Pasalnya penelitian dari Dr. Hamdi Chtourou dalam jurnal berjudul ‘Ramadhan Fasting and Sport Perfomance’ menunjukan bahwa khusus untuk pesepakbola profesional akan terjadi penurun kinerja tubuh ketika melakukan olahraga dengan porsi cukup besar.

Namun bukan berati di bulan Ramadan, olahraga jadi hal yang diharamkan. Banyak startegi yang bisa dilakukan oleh umat muslim yang ingin olahraga di bulan puasa. British Journal of Sports Medicine menyebut pertahankan frekuensi dan intensitas olaraga di bulan Ramadan, namun kurangi bebannya hingga 40%-60%.

Jika bukan di bulan Ramadan, rutin ke tempat gym sebanyak lima kali seminggu maka untuk dikurangi jadi satu kali seminggu. Saat di gym misalnya, bila biasanya berlatih lima gerakan dalam satu hari, maka tetap lakukan lima gerakan tersebut. Namun, kurangi beban yang Anda gunakan hingga 40-60% dari beban biasa untuk mencegah kelelahan yang berlebihan.

Selain itu, juga bisa melakukan olahraga ringan seperti joging, untuk waktu juga bisa disesuaikan seperti 30 menit menjelang buka puasa dan untuk tempat juga diperhatikan. Pilih tempat yang lebih sejuk dan dibawah pepohonan seperti dilansir dari laman media indosport.com

 

adw

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY