Mungkinkah ‘Operasi Intelejen’ Dilakukan Kepada PKS

0
4554

Lingkarannews.com- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini sudah berusia 18 tahun, sebagai partai berplatfom partai Islam Modern, PKS dinilai mampu menjadi Partai modern terdepan layaknya partai besar lainnya yang sudah lebih dahulu ada

Jenjang pengkaderan di tubuh Partai PKS pun dinilai sangat rapi dan terstruktur, bahkan bisa dikatakan sangat ketat; tidak sembarang orang bisa langsung menduduki posisi struktural tanpa melalui proses yang ditetapkan

Karakter awal sebagai partai yang homogen, yang memberikan khas sebagai partai dakwah dan diisi oleh para aktivis aktivis dakwah yang sudah berkecimpung di organisasi dakwah di masyarakat, membuat PKS menjadi sebuah partai yang dinilai eksklusif (atau terpisah dari lainnya)

Akibat dari karakter awal ke eksklusif an sebuah partai, PKS pun sempat merasakan penilaian negatif publik sebagai pengejawantahan politik ala timur tengah, hingga sindiran sebagai partai wahabi atau aliran yang berbeda dari yang lainnya sempat dilabelkan kepada partai tersebut

Namun, seiring dengan adanya aturan main dalam pemilu legislatif dan kebutuhan untuk mendapatkan suara masyarakat agar lolos amabang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadikan PKS sebuah partai terbuka

Era sebagai partai yang terbuka dan modern; membuat PKS menjadi partai yang melejit masuk kedalam jajaran partai yang cukup ‘berpengaruh’ di negeri ini; PKS bisa dikatakan menjadi inisiator dari kebijakan kebijakan baik bagi publik, bahkan menjadi mampu menjadi penyeimbang dari begitu kuatnya hegemoni partai partai yang sudah besar

Keberadaan PKS yang ibarat wanita cantik dengan pesona nya tentu memancing pihak lain untuk mengukur kekuataannya dari dalam

Hal ini terlihat, ketika PKS mengalami badai ujian pertamanya melalui kasus korupsi yang menyeret nama Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI); kasus yang sampai detik ini masih meninggalkan banyak tanda tanya; dari soal OTT KPK yang menangkap Ahmad Fathanah bukan LHI, hingga tidak adanya bukti di pengadilan yang mengatakan sang presiden PKS menerima suap 1 milyar

Ujian kasus yang terjadi pada akhir 2013 tersebut; secara tidak langsung mempengaruhi suara target suara PKS pada pemilu legislatif 2014

label sebagai partai yang bersih pun tercoreng

Dalam politik; praktek pembusukan dan pengikisan kekuatan partai adalah hal yang lazim di lakukan baik oleh lembaga intelejen ataupun dari pesaing partai tersebut, contoh lah apa yang terjadi pada partai partai di eropa timur

Praktek infiltrasi atau penyusupan alias penanaman aset kepada partai yang menjadi target biasa dilakukan sebagai bagian operasi intelejen.

Maka, jangan kaget; banyak berita di eropa yang mengabarkan adanya skandal mata mata yang dilakukan oleh politisi partai

Hal tersebut bisa terjadi, salah satu karena operasi Intelejen yang berlangsung lama; dari sejak awal perekrutan, pembinaan hingga penguasaan pun masuk dalam agenda sebuah operasi intelejen

Sebuah operasi intelejen itu tak hanya bicara aksi spionase atau mata mata; tapi juga bicara mengukur dan menghitung kekuatan untuk sebuah agenda yang ditargetkan

Lantas, apakah hal tersebut bisa dilakuakan kepada sebuah partai seperti PKS?

Untuk menjawab hal tersebut; pengamat intelejen Sofjan Lubis memberikan pendapatnya:

“Intelejen itu bisa memasuki semua lembaga atau organisasi yang ada di masyarakat; sebagai bagian tugas pengawasan dan kebutuhan menurut agenda yang telah ditetapkan

Semua organisasi baik itu lembaga atau badan pemerintahan, bisa juga termasuk partai politik adalah target yang biasa menjadi wahana infiltrasi atau agenda penanaman aset

Mengenai pertanyaan apakah mungkin praktek (infiltrasi) tersebut bisa terjadi kepada partai se solid PKS?

Jawabannya adalah sangat bisa, mengapa? karena intelejen itu bersifat cair; mau dibentuk seperti apapun akan membentuk seperti yang diminta; seperti air yang dimasukkan ke botol, maka air tersebut akan masuk menyesuaikan diri sesuai bentuk botol yang ada, tinggal menunggu waktu yang tepat agar air tersebut akan bergolak dalam botol tersebut

Terkait jenjang pengkaderan yang rapi dan struktural, itu adalah sistem yang ada; bagi intelejen yang penting adalah perekrutan dan penanaman aset; bahkan semakin sulit organisasi tersebut dimasuki; maka semakin gencar intelejen melakukan penanaman untuk menguasai

Bukan hanya kepada PKS saja kok, kepada organisasi seperti jamaah islamiyah saja ada bagian intelejen disana

Namun yang patut diwaspadai oleh PKS adalah perekrutan bagian intelejen karena berdasarkan tekanan dan ancaman” sambung Sofjan Lubis

Terkadang intelejen sengaja membuat jebakan agar ada yang terjebak untuk bisa ditekan dan diancam hingga akhirnya bersedia menjadi bagian intelejen itu sendiri

Akibat terjebak pada pusara kasus yang sengaja diciptakan, sang target yang akan dijadikan aset tentu akan ‘takluk dan tunduk’ pada agenda yang akan disiapkan oleh intelejen

Tinggal menunggu waktu yang tepat; sang aset akan bertindak sesuai keinginan intelejen

Biasanya aset yang seperti di atas sudah kaliber elite atau pemilik kebijakan alias bukan lagi aset yang ditanam dari bawah; elite yang dijebak oleh intelejen dengan tekanan dan ancaman kasus yang mempertaruhkan nasib dirinya dan keluarganya kedepan

Sosok Ahmad Fathanah bisa dijadikan contoh penanaman aset yang dilakukan oleh intelejen

Jadi, bukan karena rapi dan tersistematis struktural otomatis sebuah partai bisa selamat dari operasi intelejen

Melainkan karena agenda dan kebutuhan; kalau ternyata PKS dianggap membahayakan secara hitungan kepentingan intelejen; bisa saja operasi inteleje dilakukan sejak lama

Perlu di ingat, kemampuan dan potensi yang dimiliki PKS dengan framing Ikhwanul Muslimin masih menjadi bahasan kuat di lembaga intelejen; jadi jangan aneh dengan alasan mewaspadai dan menghitung kekuatan, operasi intelejen bisa dilakukan

Tujuan untuk memecah dan mengikis bahkan untuk menghancurkan bisa menjadi sebuah agenda operasi intelejen

Ibarat wanita yang cantik dengan tangan penuh kemampuan; Pesona pada PKS tentu menarik pihak pihak yang penasaran, termasuk pihak dari kekuatan intelejen dengan tujuan menaklukan sang wanita cantik tersebut” tutup Sofjan Lubis

Jadi, Mungkinkah ‘operasi intelejen’ bisa dilakukan kepada PKS; silahkan anda menilainya sendiri

(Adityawarman @aditnamasaya)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY