Mengerikan, Sejumlah Ahli UFO Tewas Secara Misterius

0
1346

 

Lingkarannews.com- Dalam sebuah konferensi internasional tentang pencarian mahluk ekstraterrestrial yang diselenggarakan di Amsterdam, Belanda, Timothy Hood, seorang astronom amatir sekaligus mantan penasihat dalam pemerintahan AS, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan penelitian tentang UFO selama lebih dari 30 tahun. Selama dalam penelitian tersebut ia menemukan satu fenomena yang mengejutkan. Dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah besar ahli UFO dan ahli senjata antariksa dari Amerika dan Inggris tewas secara misterius tanpa diketahui secara jelas, meskipun sebagian besar para ahli ini tewas karena bunuh diri atau musibah tak terduga.

“Tapi ia menduga bahwa kemungkinan para ahli UFO dan ahli senjata antariksa ini tahu “terlalu banyak hal/ rahasia”, sehingga “dibungkam/ dibunuh” oleh badan intelijen pemerintah AS dan Inggris,” ungkap Timothy Hood, mantan penasihat dalam pemerintahan AS.

Sejumlah besar ahli UFO Amerika Serikat tewas secara misterius

Dari kesimpulan Timothy Hood, ahli UFO pertama yang tewas secara misterius adalah Morris K. Jessup, astronom tenar asal AS, yang memiliki gelar master astronomi dan ilmu pengetahuan, mengabdikan hidupnya untuk penelitian tentang UFO. Pada April 1959, Jessup tiba-tiba tewas bunuh diri, mayatnya ditemukan di dalam sebuah mobil, petugas mendapati baik jendela maupun pintu mobil dalam keadaan terkunci, sementara, mesin dalam keadaan menyala, sebuah selang gas buang dari pipa knalpot disambungkan ke dalam mobil, sehingga menyebabkan mobil dipenuhi dengan gas beracun.

Sementara itu, Professor James Edward McDonald, ahli UFO lain yang juga tewas secara misterius ini adalah seorang fisikawan dari University of Arizona, AS. Semasa hidupnya, professor McDonald menjabat dalam jangka waktu yang lama sebagai pemimpin di American “Institute of Atmospheric Physics of the Earth”. Dan semasa hidupnya juga pernah mewawancarai setidaknya 500 “saksi mata UFO”, sekaligus mengungkapkan banyak dokumen penting tentang UFO pemerintah AS.

Pada Juni 1971 silam, McDonald bunuh diri dengan menembak dirinya di sebuah sungai kecil di dekat Tucson, Arizona. Mayatnya ditemukan oleh satu keluarga yang sedang berjalan santai di sekitar lokasi tersebut. Menurut sumber kepolisian setempat, McDonald dinyatakan “bunuh diri” berdasarkan surat wasiat yang ditemukan di badannya.

Abad lalu tahun 1950-an, Angkatan Udara AS secara rahasia meluncurkan “Project Blue Book” atau “Program Buku Biru” yang bertujuan untuk menyelidiki dan mengevaluasi laporan saksi mata terkait UFO di Amerika Serikat maupun di stasiun dan bangunan milik Amerika Serikat yang berada di negara-negara lain. Sementara itu, Perwira Angkatan Udara Amerika, Edward Ruppelt adalah salah satu anggota dan penanggung jawab atas program buku biru tersebut. Namun pada 1960, Ruppelt tiba-tiba tewas di usia relatif muda, 37 tahun. Dan oleh angkatan udara AS, ia dinyatakan tewas karena serangan jantung.

Pada 2001, William Milton Cooper, seorang peneliti UFO terkemuka dari Eagar, Arizona, Amerika Serikat, ditembak polisi Amerika di kediamannya di Arizona. Semasa hidupnya, Cooper selalu menuding pemerintah AS sengaja menyembunyikan kepada publik fakta tentang UFO dan Alien. Ia berulang kali mengklaim bahwa ia telah melacak, namun, karena menderita delusi (suatu keyakinan yang dipegang secara kuat namun tidak akurat), Cooper membeli sejumlah besar senjata, dan disimpan di peternakan rumahnya. Pada 5 November 2001, polisi setempat menerima laporan, bahwa tindakan Cooper yang membeli banyak senjata itu telah mengancam keselamatan warga setempat, kemudian dua polisi ke peternakan Cooper untuk menyelidiki. Kepada polisi, Cooper mengatakan akan menembak siapapun yang berani menerobos propertinya, tetapi polisi rupanya tidak menanggapi ancamannya dengan serius, tetap bersikeras masuk ke peternakan Cooper. Akibatnya Cooper benar-benar menembak, dan seorang polisi pun terluka, sementara itu, polisi lainnya kemudian menembak Cooper dengan alasan membela diri, akibatnya Cooper tewas seketika di tempat.

Sejumlah ahli senjata antariksa Inggris tewas secara misterius

“Abad lalu tahun 80-an, sejumlah ahli senjata antariksa Inggris juga tewas secara misterius seolah-olah terkena kutukan,” kata Timothy Hood, mantan penasihat dalam pemerintahan AS masa itu.

Oktober 1986, professor Arshad Sharif, seorang ahli komputer di Marconi Space and Defence Systems Inggris, tewas bunuh diri dengan cara yang aneh. Terbetik berita bahwa ketika itu Sharif pergi ke sebuah taman setempat. Ia mengikatkan salah satu ujung tali ke sebuah pohon, sementara ujung tali satunya lagi diikatkan ke kepalanya sendiri. Setelah itu ia kembali ke mobilnya, lalu tak kemudian tancap gas. Inilah yang menyebabkan kepalanya terputus!

Meskipun banyak keganjilan atas kematiannya, namun, petugas koroner Inggris tetap saja menegaskan bahwa Sharif tewas karena bunuh diri. Beberapa hari kemudian, ahli senjata antariksa Inggris lainnya, yakni Vimal Dazibay, menerjunkan diri ke Jembatan Bristol. Sharif dan Dazibay kedua professor ini pernah bekerja dalam sebuah proyek pengembangan senjata elektronik untuk program pemerintah Inggris, sebuah program yang mirip dengan “Star Wars”-nya Amerika.

Menurut Timothy Hood, kematian-kematian misterius ini bukanlah karena kecelakaan, melainkan tindakan dari sebuah unit khusus yang ditugasi untuk menghilangkan para ahli yang sudah mengetahui terlalu banyak rahasia tentang ruang angkasa.

Januari 1987, salah satu ahli senjata antariksa Inggris lainnya, Avtar Singh-Guide tiba-tiba juga hilang secara misterius, belakangan ia dinyatakan tewas oleh kepolisian setempat. Sementara itu pada Februari 1987, lagi-lagi seorang ahli senjata antariksa Inggris bernama Peter Pippel juga tewas secara misterius. Ia tertabrak hingga tewas oleh mobilnya sendiri di garasi rumahnya. Sedangkan pada Maret 1987, “kutukan atas kematian para ahli senjata antariksa” kembali menimpa ilmuwan Inggris David Sands. Ia tewas bunuh diri dengan cara menabrakkan mobilnya ke sebuah bangunan.

Satu bulan kemudian tepatnya pada April 1987, ada empat ahli dalam program senjata antariksa Inggris kembali tewas secara misterius, ilmuwan Mark Wiesner tewas bunuh diri dengan cara gantung diri, sedangkan professor Stuart Gooding secara misterius menjadi korban pembunuhan. Sementara itu, David Greenhalgh juga tewas bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan, dan terakhir, Shani Warren ditemukan mati tenggelam di dalam air. Dan pada Mei 1987, lagi-lagi seorang ahli senjata antariksa lainnya bernama Michael Baker juga tewas secara misterius dalam sebuah kecelakaan mobil.

Dalam waktu yang relatif singkat, sebanyak 25 ilmuwan yang bekerja dalam program senjata antariksa untuk pemerintah Inggris itu menemui ajalnya dengan alasan yang tidak sama. Hood menduga bahwa para ahli UFO dan pakar senjata antariksa tersebut di atas mungkin tahu terlalu banyak “hal atau rahasia yang tidak semestinya diketahui,” karena itulah mereka “dibungkam/ dibunuh.”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY