Mengenal Carl Icahn, Pemilik Saham Freeport McMoran dan Orang Dekat Donald Trump

0
917

Lingkarannews.com- Perusahaan penambang emas dan tembaga terbesar di dunia, PT Freeport Mcmoran sebagian besar sahamnya ternyata milik investor tersohor, Carl Icahn. Icahn dilaporkan memiliki 91,2 juta saham atau 9,1 Persen kepemilikan dari perusahaan penambang ini.

Situs berita CNBC, pada Agustus lalu melaporkan, dengan kepemilikan saham tersebut, Icahn menjadi pemegang saham terbesar perusahaan tersebut.

Boleh jadi namanya kurang begitu terkenal jika dibandingkan Bill Gates, Warren Buffet atau miliarder lain di dunia. Yang pasti dia adalah salah satu orang terkaya di dunia.

Dari data yang dirilis Forbes, Icahn adalah orang terkaya dunia nomor 31, dan di Amerika, pria berumur 79 ini adalah yang terkaya ke-20.

Dikutip dari Forbes, kekayaan pria yang kini menetap di New York ini mencapai US$ 20,3 miliar, atau jika dirupiahkan bisa mencapai Rp 282,4 triliun dengan kurs Rp 13.914/dolar.

Ichan dikenal sebagai orang yang hobi berinvestasi. Dia sering membeli saham-saham sejumlah perusahaan besar. Salah satunya adalah Freeport.

Selain itu, orang kaya ini juga membeli 5,5 juta saham internet video service provider, Netflix di 2012.

Dia membeli sekitar 10 persen dari total saham perusahaan itu. Dia juga dikabarkan mencoba untuk membeli perusahaan teknologi Dell pada Juli 2013.

Karena hobinya menanam modal di banyak perusahaan, tak lama setelahnya, atau sekitar Agustus, dia juga membeli saham produsen ponsel dan gadget, Apple Inc. Dan masih banyak jajaran perusahaan besar yang di dalamnya terdapat nama Icahn sebagai pemegang saham.

Selain hobinya berinvestasi, Icahn juga adalah seorang filantropis alias dermawan. Salah satu buktinya adalah Icahn Stadium di New York adalah pemberiannya. Juga Icahn Center dan program beasiswa di Choate Rosemary Hall, sekolah di wilayah Connecticut Amerika Serikat

Carl Icahn dan Donald Trump

Icahn yang selama ini dikenal sebagai aktivis investor. Dia masuk ke Freeport saat pemegang saham perusahaan ini marah kepada manajemen akibat membengkaknya utang gara-gara gagal berinvestasi di sektor migas.

Masuknya Icahn menjadikan Freeport terus berada dalam sorotan, karena dia terus mendesak perusahaan tambang ini untuk fokus dalam penyelesaian utang. Saat itu, Icahn masuk ke Freeport dengan menggenggam sekitar 8,3 persen saham.

Icahn melakukan negosiasi dengan manajemen. Salah satunya dengan memangkas jumlah direksi dari 16 menjadi 11. Selain itu, dia juga mendudukkan dua orang perwakilan dari Icahn Enterprises sebagai direktur di jajaran dewan direksi Freeport.

Icahn sebelumnya mendorong Donald Trump maju pada pilpres AS 2016. Dia juga mengumumkan pembentukan super PAC atau semacam komite yang mendorong reformasi pajak perusahaan.

Setelah masuk dalam daftar calon presiden dari Partai Republik, Trump mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan Icahn untuk Menteri Keuangan. Namun, posisi ini akhirnya dipegang oleh Steve Mnuchin.

Saham Freeport ditutup melemah 1,91 persen pada akhir pekan lalu. Namun demikian, saham perusahaan ini telah menguat sebesar 115,46 persen dalam satu tahun ini.

Issu Nasionalisme antara Indonesia dan Amerika dibalik Freeport

Rakyat Indonesia mendambakan tambang emas di Papua yang sebelumnya dikelola oleh Freeport dikembalikan kepada Indonesia, issu nasionalisme menyerabak dibalik kisruh antara Freeport dan pemerintah Indonesia

Pemerintah berharap Freeport bersedia menandatangani IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) , sementara pihak Freeport menginginkan kontrak karya seperti dulunya

Entah ini sebuah kebetulan, issu nasionalisme yang didengungkan pemerintah Indoensia dibalik issu freeport juga ternyata akan berhadapan dengan issu nasionalisme yang didengungkan oleh Presiden Trump yaitu “make america great again”

Pemerintah Trump dengan Carl Icahn-nya akan mati matian mempertahankan aset Freeport untuk tetap berada di Papua selain karena kebutuhan secara ekonomi juga terkait kebanggan sebagai perusahaan milik dalam negeri amerika

Tinggal kini bagaimana pemerintah Indonesia bersiap mengahadapi persidangan di Arbitrase seandainya pihak Freeport melakukan tuntutannya, berani demi kepentingan bangsa dan negara, itupun kalau berani, kalau tidak?

 

Adityawarman @aditnamasaya

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY