Mencari Sosok Linchpin (Sosok yang Tak Tergantikan)

0
581

Lingkarannews.com – Linchpin adalah orang yang tak tergantikan. Linchpin adalah orang yang dapat mengatasi kekacauan dengan menciptakan ketertiban, orang yang dapat menciptakan , menghubungkan, dan mewujudkan sesuatu.

Linchpin adalah elemen yang sangat penting karena menyatukan bagian-bagian operasional. Linchpin lah yang membuat roda tetap melekat dengan gerbong, dan menyatukan bagian-bagian mesin besar. Tanpa adanya Linchpin, segalanya akan berantakan.

Linchpin adalah orang-orang yang keberadaannya dianggap sangat penting  dan sulit digantikan, beresiko bila dilepaskan, dan begitu berharganya mereka sehingga seolah-olah mereka tak kan mampu digantikan.

Seorang Linchpin mampu melihat sebuah kebenaran, memahami sebuah situasi, dan mengetahui dengan pasti potensi konsekuensi dari berbagai macam keputusan yang diambil. Dan dia selalu berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik.

Seorang Linchpin dapat menghasilkan sesuatu yang terbaik dari sebuah keburukan sistem dan mencari cara baru yang lebih berpotensi untuk berhasil.

Linchpin adalah orang yang mampu menyelesaikan masalah yang tidak diprediksi oleh orang-orang, melihat segala sesuatu yang tidak dilihat orang lain, dan menghubungkan orang-orang yang perlu terhubung.

Linchpin tidak sembrono dan lemah, tidak juga asal berani atau takut. Linchpin selalu menyadari rasa takut, dan menerima keberadaannya, lalu memproses rasa takut tersebut untuk tujuan kesuksesan dan terus maju melakukan pekerjaannya.

Linchpin adalah para jenius,  seniman, dan orang-orang berbakat. Mereka memanusiawikan pekerjaan.

Linchpin bisa ada dimana-mana, di oranganisasi, institusi, di tengah masyarakat, baik sebagai seorang pemimpin, mupun pekerja. Jadi apakah Anda seorang  Linchpin?

Dalam sebuah buku berjudul Linchpin: Are You Indispensable-nya Seth Godin banyak dijelaskan bagaimana sosok berkarakter Linchpin dan mana sosok yang berkarakter pegawai atau karyawan (sama) atau mencari aman dan nyaman

Linchpin pada intinya bertutur mengenai, seperti sub judulnya di atas, bertanya “Apakah kita tak tergantikan?” . Fokusnya memang kepada dunia professionalitas, entah dia sebagai karyawan, pengusaha atau apapun.

Di awal bukunya setidaknya ada 5 hal yang ditanyakan Godin dan diulasnya untuk menantang pola berpikir kita selama ini tentang diri kita sendiri. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bersama jawabannya yang akan menentukan bagaimana sikap kita untuk dapat menjadi Linchpin.

Pertanyaan pertama ; “Kapan kita merasa diri kita jenius?”. Disebutkan bahwa, Einstein pun sering lupa jalan pulang, padahal dia dikenal sebagai orang jenius. Jadi, tidak ada orang yang selalu jenius, oleh karena itu, kenapa kita tidak berpikir bahwa kita juga jenius dengan keadaan kita sendiri. “Setiap orang adalah juga jenius”.

Pertanyaan kedua: “Apakah kita pernah menyadari keunikan diri kita sendiri?”. Di suatu saat Picasso pernah ditanya oleh seseorang mengenai lukisan yang dibuatnya, apakah itu lukisan gaya “real”? Picasso hanya menjawab, ya ini gaya saya melukis dengan gaya “real”. Seperti diketahui bahwa lukisan gaya “real” adalah lukisan yang sesuai dengan objek aslinya, namun Picasso lukisannya sangat unik. Moralnya adalah bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing dan bisa melakukan yang terbaik.

Pertanyaan ketiga: “Kapan terakhir kali kita menjadi diri kita sendiri?”. Terkadang kita suka menjadi atau mengimitasi orang lain untuk sukses. Sadarkah kita bahwa perusahaan mempekerjakan kita adalah karena pribadi & karakter kita yang cocok degan perusahaan?

Pertanyaan keempat: “Apa pendapat kita jika melihat sesuatu yang kurang sesuai dengan yang kita inginkan atau buruk?”. Jika kita menjawab itu sebagai “Tantangan” dan “Kesempatan”, maka bibit Linchpin sudah ada dalam diri kita.

Pertanyaan kelima: “Pernahkan kita tidak mematuhi aturan perusahaan kita?”. Mungkin maksudnya bukan aturan2 perusahaan yang ada hubungannya dengan sesuatu yang negatif. Disini lebih dimaksudkan pada prosedur-prosedur yang membelenggu.

Godin dalam bukunya menamai pihak-pihak yang menghambat dengan sebutan “Cogs”, mereka itu adalah para birokrat dan para pekerja dengan tipe “TGIF” alias “Thank God It’s Friday”, yaitu para pekerja yang hanya menantikan hari Jumat segera datang kembali.

Keberadaan sosok Linchpin seolah menjadi sosok yang tidak dapat tergantikan, mereka lahir bukan saja dari sebuah proses yang biasa, Godin menyebutkan bahwa pendidikan di sekolah hanya mengajarkan orang untuk patuh, namun tidak menjadi kreatif. Godin mencontohkan beberapa orang hebat dunia yang bahkan tidak lulus atau drop out dari sekolah, seperti Bill Gates, Michael Dell, Sir Richard Branson & Steve Jobs. They don’t get the teaching from school, they do the autodidact. Drop out Billionaires.

Menurut Godin, seorang Linchpin adalah artis, yaitu seorang yang berani, memiliki wawasan, kreatifitas, kenekatan dan menantang status quo.

Seorang Linchpin juga tidak mau hanya “cari aman” saja, karena hanya tipikal “Otak Kadal” yang mau “cari aman”. Otak Kadal hanya merespon rasa lapar dan keamanan. Untuk seekor kadal, status keamanan dalam suku adalah penting.

Seorang Linchpin juga tidak pernah hitung-hitungan dalam memberikan yang terbaik dari dirinya, karena buatnya balasan dari apa yang diberinya tidak melulu intrinsik dan bernilai ekonomi.

Seorang Linchpin selalu bisa mengidentifikasi apa yang harus dilakukannya kemudian. Ibaratnya jika tidak ada peta yang disediakan, maka dia akan membuat petanya sendiri.

Seorang Linchpin selalu mencintai apa yang dikerjakannya dan mengerjakan segala sesuatunya dengan cinta.

7 kemampuan yang dimiliki seorang Linchpin adalah:

1. Menyediakan sarana/interface yang unik untuk anggota dari organisasi

2. Menggiring kepada kreatifitas yang unik

3. Membidani keadaan atau organisasi yang kompleks

4. Mendahulukan kepuasan pelanggan dan membawanya kembali atau bahkan membawa pelanggan2 baru

5. Menginspirasi staff

6. Memiliki pengetahuan pada bidangnya yang baik

7. Memiliki bakat yang unik

Kembali lagi, Apakah anda termasuk seorang Linchpin? (Sumber)

Adityawarman @aditnamasaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY