Menanyakan Kesetiaan Kepada ‘KUTU LOCAT’; Apakah Bisa?

0
1157

Lingkarannews.com- Apa yang terjadi pada Teman Ahok dengan pujaannya, ibarat menanyakan kesetian kepada seorang kutu loncat, mengharapkan sang kutu loncat untuk tetap setia bersama, apakah bisa?

Dalam politik, menjadi kutu locat adalah biasa; asal dapat memberikan keuntungan keuntungan, tidak peduli dengan kesetiaan; karena dalam politik, tidak ada teman yang sejati yang ada hanya kepentingan sampai mati

Karakter yang sangat tidak disukai, tetapi harus ada karena sifat politik yang ambil untung kalau ada kesempatan; kutu loncat justru menjual kata kesetiaan seolah sebuah jualan kampanye diri; tanpa sadar yang percaya pada dirinya dijadikan ‘bahan’ untuk menempatkan dirinya bisa memiliki nilai tawar bagi kekuatan politik yang ada

Teman Ahok adalah bahan bagi sang kutu loncat, dijadikan bahan untuk memberikan gambaran bagi para pemilik partai politik, bahwa sang kutu locat masih memiliki elektabilitas tinggi dan masih memiliki nilai jual tinggi dihadapan publik

Bodohnya, Teman Ahok tidak menyadarinya dijadikan bahan oleh pujaannya sendiri yaitu sang kutu loncat; bahan bargaining position kepada para pemilik partai politik

Jadi, masihkan menanyakan kesetiaan kepada kutu loncat untuk independen; sementara bagi dirinya ada partai politik yang bisa menguntungkan dirinya dibandingkan sekumpulan relawan sampai mati; dan ini akan menjadi sebuah ironi

(Adityawarman @aditnamasaya)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY