Lantik 6 Menteri Baru hasil Reshuffle, IHSG dan Rupiah masih Terpuruk

0
383

 

 

Lingkarannews.com- Dalam sebuah pelantikan menteri baru biasanya dilihat efek dan dampaknya pada sinyal ekonomi saat itu juga, contohnya: apakah mendapat respon positif pasar atau lantai bursa, tetapi ternyata untuk pelantikan kali ini berbeda, tanpa ada sinyal dan efek pada pada pasar dan lantai bursa.

Di Bursa Efek Indonesia usai pelantikan para pejabat baru tersebut, pada pukul 14.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tenggelam di zona merah. IHSG melorot 128,57 poin (2,78 persen) di posisi 4.494,02. Sedangkan rupiah berdasarkan data Bloomberg pukul 14.00 WIB masih terpuruk di posisi Rp 13.820 per dollar AS.

Chief Economist of Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menyebutkan, bahwa respons pasar tak terlalu positif usai perombakan kabinet ini. Sebab, mayoritas dari enam pejabat pembantu presiden dan setingkat menteri yang akan menggantikan, berasal dari partai.

Sebut saja, kata Lana, mantan Menko Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Thomas Lembong, serta elite politik PDI Perjuangan, Pramono Anung. Ketiganya dikabarkan akan menduduki kursi Menko Kemaritiman, Menteri Perdagangan, serta Sekretaris Kabinet.

“Aduh Thomas Lembong orang PDI-P. Sebaiknya jangan partai lah. Jangan terlalu obvious lah. Kalau ingin menunjukkan power, kan enggak apa-apa ya kalau di belakang layar,” ucap Lana berbincang dengan Kompas.com, Rabu (12/8/2015).

Menurut Lana, Thomas Lembong belum memiliki kapabilitas untuk duduk sebagai Menteri Perdagangan. Padahal, urusan perdagangan belakangan sangat pelik disibukkan dengan berbagai macam kebijakan importasi.

Lana khawatir, jika banyak menteri-menteri ekonomi yang dari partai tak memiliki kapabilitas di bidangnya, pasar bakal merespon negatif. Bisa-bisa, kata Lana, IHSG drop di bawah level 4.500. Dia memperkirakan IHSG akan terkoreksi di level 4.200.

Kendati demikian, Lana masih berharap, yang terpilih bisa memberikan bukti dalam tiga hingga enam bulan ke depan. Sedikit lega, Lana melihat, ada nama Darmin Nasution dalam bursa menteri kabarnya yang bakal dilantik, siang ini.

“Mudah-mudahan Pak Darmin bisa membuat koordinasi di fiskal-moneter. Rizal Ramli di Kemaritiman, mungkin enggak apa-apa. Kalau Thomas Lembong jangan lah. Kecuali dia kenal mafia-mafia di perdagangan enggak apa-apa lah,” seloroh Lana, seperti dilansir dari laman media kompas.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY