Kondisi AS Makin Menegang Pasca Skandal Penembakan Warga Kulit Hitam

0
885

Lingkarannews.com – Tembak-menembak berlangsung di Dallas. Lima polisi tewas dan beberapa lainnya cedera. Aksi penembakan oleh beberapa sniper terjadi saat digelar demonstrasi akibat dua insiden pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi.

Kepala polisi Dallas David Brown mengatakan Jumat pagi, pihaknya sudah menahan tiga orang. Seorang lainnya terlibat baku tembak dengan polisi di sebuah lahan parkir di pusat kota Dallas. Brown menambahkan, penembak gelap itu sudah menyatakan tidak mau menyerah kepada juru runding, dan bermaksud melukai lebih banyak lagi polisi.

Aksi demonstrasi terhadap kekerasan polisi atas warga berkulit hitam juga diadakan di kota-kota lain. Tetapi demonstrasi di Dallas berdampak fatal akibat aksi sniper alias penembak jitu tersembunyi yang membunuh sedikitnya 5 orang polisi.

Skandal AS - 2Aksi baku tembak pecah sekitar pukul 8:45 Kamis malam waktu setempat, saat ratusan orang berkumpul di Dallas untuk ikut demonstrasi menentang penembakan sewenang-wenang dua warga kulit hitam oleh polisi pekan ini. Dua penembakan ini adalah kasus teranyar, setelah serangkaian insiden pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi berkulit putih yang sudah berlangsung beberapa tahun belakangan.

Penembakan yang berakibat fatal terhadap Anton Sterling (32) terjadi di depan sebuah toko di Baton Rouge, Louisiana hari Rabu lalu, setelah korban dihentikan mobilnya oleh dua polisi di jalanan. Sementara penembakan kedua terjadi Kamis kemarin di pinggir kota St. Paul, Minnesota. Korbannya Philando Castile (37), yang ditembak mati di sebuah persimpangan jalan, di dalam mobilnya yang juga ditumpangi pacarnya dan seorang anak. Kedua korban ditembak polisi dari jarak sangat dekat, dan kedua insiden direkam dengan kamera ponsel serta disebarluaskan lewat media sosial.

Demonstrasi damai yang berakhir fatal
Menurut rekaman video, aksi demonstrasi yang digelar beberapa kilometer dari pusat kota awalnya berlangsung damai. Tetapi kemudian tembak-menembak terdengar, dan demonstran berlarian mencari tempat perlindungan. Pengejaran terhadap penembak segera dilancarkan di seluruh pusat kota, yang dipenuhi hotel, restoran, bangunan kantor, dan sejumlah bangunan apartemen. Situasi dilpaorkan kacau-balau dan tembakan peluru beterbangan kemana-mana. Sementara raungan helikopter terdengar di atas kota dan polisi bersenjata otomatis tampak di beberapa pojok jalan.

Sejauh ini pihak kepolisian tidak bisa memberikan keterangan tentang latar belakang serangan. Mereka juga belum bisa memberikan keterangan tentang tersangka yang sudah ditahan. Hingga Jumat pagi, polisi juga belum yakin apakah mereka sudah berhasil melokalisir semua penyerang.

Menurut laporan CNN, 5 polisi tewas. 10 polisi ditembak sniper, sementara seorang lainnya cedera saat tembak-nembak. Seorang juru bicara Gedung Putih menyatakan, Presiden Barack Obama yang sedang mengadakan kunjungan di Polandia sudah mendapat informasi. Diperkirakan Obama akan muncul di depan kamera untuk memberikan pernyataan.

Walikota Dallas, Mike Rawlings mengatakan, seorang warga sipil juga cedera dalam tembak-menembak. Ia menambahkan, pemerintah kini meminta semua warga untuk tidak memasuki kawasan pusat kota Dallas hari Jumat. “Ini masih tempat kejadian perkara, dan kami belum tahu seberapa besarnya lokasi,” demikian Rawlings. Sebuah peta kota Dallas akan disebarluaskan lewat internet, agar warga tahu areal mana yang harus dihindari. (DW.com)

(ADW/NDI)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY