Kisah-kisah Harta Karun Semasa Perang Dunia Kedua

0
619

Lingkarannews.com Jakarta – Rumor seputar harta karun selama masa perang dunia kedua, telah tersebar hampir ke seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali di tanah air. Green Hilton Agreement telah begitu tersohor di seluruh dunia, meski masih simpang siur tentang kebenarannya.

Disamping Green Hilton Agreement, masih ada beberapa rumor harta karun yang tidak kalah bombastis, bahkan sebagian sudah “terbukti” kebenarannya.  Berikut 5 harta karun peninggalan perang dunia kedua yang pernah tercatat.

1. Nazi Gold Train

Saat tentara Merah Russia tiba di Wroclawa, Pondia yang diduduki Nazi pada hari-hari terakhir perang dunia kedua. Sebuah kereta jerman lapis baja konon dikirim untuk mengevakuasi cadangan emas yang diambil dari bank wroclaw. Lokomotif sepanjang 150 m dilaporkan terlihat pada Mei 1945 terisi oleh 23 kontainer berisi emas batangan. Beratnya mendekati 300 tonnes ( 272 ton ) and diperkirakan berharga lebih dari US$ 12 Mil

Nazi Gold Train. Sumber Gambar : Dailymail
Nazi Gold Train – Sumber Gambar : Dailymail

Tidak pernah terlihat lagi, NAZI gold train sudah ter-arsip dalam status mistis diantara pemburu harta karun. Diyakini masih disimpan di gunung dekat atau sekitar kota Walbrzych di Polandia. Meskipun tidak ada bukti yang mendokumentasikan klaim tersebut, “kereta harta karun” seperti halnya kereta emas Hungaria itu benar-benar ada. Sementara Jerman diketahui telah membangun kompleks terowongan rahasia yang besar di sana untuk Proyek Riese.

Pada bulan agustus 2015, Penjelajah yang ditunjuk membuat pengumuman samar-samar yang mungkin terkait dengan emas Wroclaw. Mereka merilis citra radar yang diyakini menunjukkan keberadaaan “Kereta Militer Nazi” yang terkubur di lokasi yang tidak diungkapkan.

2. The Amber Room

Amber Room - Sumber Gambar : handmadeineurope.com
Amber Room – Sumber Gambar : handmadeineurope.com

Ruang Amber adalah ruang berhias emas dan resin yang pernah dianggap sebagai “Keajaiban Kedelapan Dunia”, sebelum hilang dalam penjarahan oleh Nazi selama masa pernag dunia kedua. Bangunan yang bertempat di komplek Istana kerajaan kekaisaran Russia, memiliki ruangan yang berisi lebih dari 13.000 pounds ( 6 tons ) emas. Mengingat dianggap terlalu sulit untk dipindahkan oleh orang-orang Russia, akhirnya Jerman yang sedang diatas angin merebut ruangan tersebut pada tahun 1941. Sebuah upaya telah dilakukan untuk menyamarkan ruangan dengan menutupi-nya oleh wallpaper biasa, namun dengan cepat ditemukan oleh NAZI Army Group yang dibantu oleh ahli pelestarian jerman, membongkarnya hanya dalam waktu kurang dari 36 jam. Ruangan ( bagian-bagian-nya) berharga tersebut dipindahkan ke kastil Koeningsberg di Prussia Timur dan tidak pernah tampak lagi setelah kota di bombardir berat oleh artileri the red army russia dan kemudian diduduki-nya.

Meskipun secara resmi dinyatakan “telah ditinggalkan”, saksi mengklaim melihat ruangan sudah di muat kedalam kapal Wilhelm Gustloff pada 1945. Dan harta karun dari ruangan tersebut (Amber), termasuk beberapa mosaik italia, muncul kembali setelah Clandestine Caper.

3. Yamashita Gold

Ketika Jepang menguasai (menjajah) kawasan Asia Tenggara, Tentara Jepang banyak melakukan penjarahan terhadap kekayaan yang dimiliki oleh negara-negara yang didudukinya, tidak terkecuali artefak-artefak berharga yang berada di kawasan tersebut. Artefak berharga dikawasan tersebut, rata-rata terbuat dari emas yang dihiasai batuan berharga, seperti intan. Artefak yang terbuat dari emas, segera dilebur, kemudian dibentuk menjadi batangan emas yang diberi kode dengan nama tempat jarahan berasal. Tujuan dari peleburan emas menjadi batangan ini adalah untuk untuk menghilangkan jejak dan mudah dipindahkan. Operasi penjarahan ini diberi sandi Golden Lily.

Mastermind dibalik Operasi bersandi Golden Lily ini adalah Pangeran ChiChibu, adik dari Kaisar Hirohito. Selain seorang militer, pangeran ChiChibu adalah seorang sarjana lulusan oxford yang cemerlang. Kreatifitas pemikirannya yang mengarahkan akan kemana hasil penjajahan ini akan diarahkan, sehingga memiliki nilai kekayaan.

Philipina dipilih menjadi tempat persinggahan batangan emas hasil jarahan ini, sebelum akhir-nya dikirim ke jepang melalui jalur pelayaran. Pada tahun pertama operasi, transportasi golden Lily berjalan lancar, sebelum akhir-nya Amerika Serikat melakukan penyerangan di wilayah kepulauan pasifik kecil. Hanya dalam hitungan 4 hari, Amerika Serikat mampu menenggelamkan 5 kapal perang Jepang, 270 pesawat dan membunuh 3.500 pasukan, Jepang kehilangan kontrol-nya pada pertempuran laut. Terlalu beresiko-nya memindahkan batangan emas jarahan mereka melalui pelayaran pada saat ini membuat Jepang berfikir ulang. Jepang memerlukan rencana baru untuk bisa menyelamatkan emas jarahan mereka.

Peta Yamashita Gold - Sumber Gambar : http://www.allthingsadventure.com
Peta Yamashita Gold – Sumber Gambar : http://www.allthingsadventure.com

Jenderal Tomoyuki Yamashita ditunjuk untuk sebagai operasi Golden Lily ini. Batangan emas hasil jarahan yang tersangkut di Philipina tersebut, harus segera diamankan, sebelum Amerika Serikat melanjutkan agresi melaui darat. Yamshita memutuskan untuk menyembunyikan emas hasil jarahan tersebut, sampai kondisi memungkinkan untuk memindahkannya kembali. Dari puluhan wilayah yang ada, Yamashita memilih Bagio sebagai tempat untuk mengubur batangan emas tersebut. Wilayah penguburan berada di perbukitan yang masih perawan, tidak berjarak jauh dengan rumah sakit umum Bagio.

Ahli sejarah dan pengamat perang dunia kedua di kawasan Asia Tenggara berpendapat, bahwa Yamashita Gold terdiri atas ribuan kotak berisi batangan emas sejumlah 175 batangan dalam tiap kotak, dengan tiap batang bernilai US$ 1000. Yamashita Gold, diperkirakan bernilai 22 Milyar Dollar saat itu. Mungkin ini lah nilai harta kartun semasa perang dunia kedua yang terbesar yang pernah diungkap.

4. Alpine Fortress

Terpendam di satu wilayah di kawasan Bavaria dipercaya sebagai “Benteng Alpine” yang menyimpan intan dan emas bernilai jutaan dollar. Jumlah kekayaan yang dialokasikan oleh Heinrich Himmler dan SS untuk membiayai Pertahanan parit terakhir dari tanah air Nazi. Menurut rumor harta karun hasil jarahan tersebut digunakan untuk membiayai squardon rahasia dalam komando “werewolf” yang akan bertugas membuat sabotase digaris pertahanan lawan.

Marsch Impromptu - Sumber Gambar : Metro.co.uk
Marsch Impromptu – Sumber Gambar : Metro.co.uk

Meskipun tidak pernah diketemukan, jika pun ada, beberapa pemburu harta karun percaya bahwa lokasi hasil jarahan kemungkinan disembunyikan dan ditanam pada notasi terbuka dari “March Impromptu” karya komposer Gottfried Federlein. Petunjuk itu termasuk “M” yang sesuasi dengan jalur kereta Berlin dan lirik “Where Matthew Pluck Strings” dan “end of the dance” yang kemungkinan ditujukan kepada Mittenwald, kota pembuat violin pada bait terakhirnya.

Pada tahun 2013, anomaly geologi telah menemukan yang tersebunyi dibawah bekas barak militer Nazi di kota yang dipercaya terindikasi keberadaaan harta karun yang hilang. Belum tereksplorasi Alpine fortress karena adanya ketakutan pemburu harta karun akan Booby traps.

5. Awa Maru

Awa Maru adalah nama sebuah kapal pelayaraan yang diminta peran sertanya oleh militer Jepang selama masa perang dunia kedua. Di desian sebagai kapal Red Cross yang memiliki hak untuk penyelamatan dan mengirimkan sejumlah tahanan-tahanan perang ( WOR / Prisoner Of War ).

Setelah mengeluarkan perbekalan medik di Singapora, beberapa dugaan menyatakan bahwa kapal tersebut diisi dengan barang berpa harta karun selundupan senilai US$ 5 Milliar, termasuk didalamnya : 44 tons emas, 13 ton Platinum dan 150.000 carat berlian (intan )

NV. Awa Maru - Sumber Gambar : West-point.org
NV. Awa Maru – Sumber Gambar : West-point.org

Seperti yang telah dilaporkan, diatas kapal terdapat fossil Manusia Peking, satu dari contoh yang ditemukan lebih dulu sebagai bagian “missing-link” sejarah manusia dan dipercaya tak ternilai. Sementara keberangkatan dari Singapore pada 28 Maret, kapal Awa Maru dihadang oleh kapal selam Amerika Serikat USS Queenfish yang melakukan blunedr dengan men-torpedo dan menenggelamkan Awa Maru yang di klaim menenggelamkan seluruh awak kapal, kecuali seorang yang selamat.

Pada tahun 1980, pemerintah Republik Rakyat China percaya letak kecelakaan yang telah lama hilang, dan mendanai US$ 100 juta pada operasi penyelamatannya. Namun, tidak ada harta karun yang ditemukan, dan bersambutan dengan terbongkarnya komunikasi perang, dinyatakan bahwa kapal tersebut tidak pernah meninggalkan Singapura.

Berbagai Sumber

ADITYAWARMAN @aditnamasaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY