Kisah Kematian Ongen di Tengah Misteri Kasus Munir

0
3798

Lingkarannews.com Hukum- Raymond J. Latuihamalo, 56 tahun, alias Ongen pernah dikaitkan dengan kasus kematian Munir. Penyanyi lagu rohani era 1980-an itu dianggap sebagai salah satu saksi kunci kasus tersebut.

Nama Ongen mulai disebut-sebut ketika kasus penyidikan meninggalnya Munir dibuka kembali saat Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri dijabat Bambang Hendarso Danuri. Polisi saat itu yakin, Ongen tahu banyak soal rentetan kejadian yang menimpa Munir di pesawat Garuda tujuan penerbangan Jakarta-Amsterdam pada 7 September 2004. Munir meninggal diduga diracun lewat minuman.

Ongen, menurut saksi mata terlihat berbincang-bincang dengan Munir dan Pollycarpus Budihari Priyanto di Coffee Bean di Bandar Udara Changi, Singapura. Saat itu pesawat Garuda 974 yang Munir tumpangi transit di sana.

Namun keterangan ini sempat dibantah Ongen. Ia mengaku minum teh di Coffee Bean pada saat transit untuk menelan obat. Menurutnya, ia sama sekali tak berinteraksi dengan Munir. “Saya hanya melihat almarhum duduk dengan seseorang,” katanya. Pernyataan ini dimuat dalam majalah Tempo 11 Juni 2007. Ongen menolak menjelaskan ciri-ciri orang yang bersama Munir itu, dengan alasan tak ingin masuk ke substansi pemeriksaan polisi.

Pada 2 Mei 2012 lalu, paman artis Glenn Fredly ini meninggal saat menyetir mobil di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Ia diduga terkena serangan jantung dan meninggal di pangkuan istrinya. Namun keluarga menyebut Ongen tidak punya riwayat serangan jantung. Hingga kini, kematiannya masih mengundang tanya.

Kronologis kematian Ongen, disebutkan Salah satunya, soal percekcokan di jalan yang dialami Ongen dengan seorang yang mengaku sebagai anggota TNI.

Sejatinya sebelum kematian Ongen tengah dalam perjalanan untuk kembali ke rumahnya di Bintaro, Tangerang Selatan, setelah sebelumnya jalan-jalan bersama keluarga.

“Ongen beserta anak bungsunya, Sabilsa, dan istrinya, Eta Pattinasarani, akan menuju ke kediamannya di Bintaro untuk berganti baju, karena hendak melayat kerabatnya yang meninggal dunia. Sebelumnya mereka bertiga sedang berjalan-jalan,” katanya.

Sesampainya di salah satu lampu merah di Jl Panglima Polim, Jaksel, Yorries memaparkan, terjadilah insiden dengan pengguna jalan lainnya. Pengemudi mobil yang berhenti di depan mobil yang dikemudikan Ongen lantaran rambu menunjukkan warna merah, tidak kunjung menjalankan kendaraannya saat lampu lalu lintas sudah berubah hijau.

Ongen kontan menekan klakson mobil. Tapi, mobil itu tetap bergeming. “Karena itulah Ongen lalu menyalip mobil tersebut. Tapi, malah diserempet dan dilempar botol air mineral kemasan,” tuturnya.

Melihat hal itu, Ongen turun dari kendaraan yang ditumpanginya dan langsung mengambil sejumlah gambar. Sedangkan, pengemudi mobil yang melemparkan botol air mineral itu sempat melayangkan pukulan.

“Pertengkaran itu dilerai baik oleh Eta maupun Sasa. Keduanya mengingatkan bahwa tujuan mereka adalah kembali ke rumah di Bintaro. Ongen juga diminta jangan terpancing meladeni aksi brutal pengendara mobil itu,” ujarnya.

Nah saat itulah, si pengendara mobil tersebut sempat meneriakkan kata-kata, “Saya anggota TNI.” Setelah insiden tersebut, Ongen jatuh terkulai di pangkuan istrinya dan meninggal dunia.

TEMPO

(ADW/NDI)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY