Ketika Usaha Batu Akik, Mulai Mengalami Titik Jenuhnya akibat Batu Akik Palsu China

0
673

 

 

Lingkarannews.com- Fenomena Batu Akik sepertinya sudah sampai pada titik jenuhnya, serupa seperti fenomena tumbuhan gelombang cinta yang juga sempat membuat heboh dengan harga dan nilai gila gilaan namun akhirnya meredup dengan sendirinya setelah masyarakat mengalami titik jenuhnya.

Para penyuka Batu Akik boleh berdalih, batu akik berbeda dengan gelombang cinta karena abtu akik bersifat kolektor turun temurun dan ada komunitas yang selalu membuat dunia batu akik akan tetap hidup.

Ada yang dilupakan oleh para penyuka Batu Akik, yaitu sisi ekonominya; masyarakat akan alami titik jenuhnya secara ekonomi terkait harga batu akik yang sudah tidak masuk akal dan cara mendapatkan batu akik itu sendiri yang sangat mudah sehingga semakin mengurangi nilai esklusifitas nya

Sebuah barang yang ekonomi nya tinggi dan bertahan lama karena salah satunya adalah nilai esklusifitasnya; atau cara mendapatkannya yang sangat sulit dan langka sehingga diburu banyak pihak dan semakin membuat penasaran bagi yang ingin mencari tahu

Tetapi sejak semakin banyak informasi kelangkaan dan harganya selangit, banyak pihak yang melakukan ‘keculasan’ dalam usaha batu akik itu sendiri

Manusia memang diciptakan dengan kepintaran, bahkan salah satu kepintarannya digunakan untuk menciptakan batu akik bacan; yang kalau dilihat secara kasat mata ataupun dengan cara sederhana sulit membedakan.

Ditambah saat ini pasar batu akik juga, dijatuhkan oleh produk palsu buatan asal negeri Tiongkok (China); banyak batu batu akik asli nusantara dibuat palsu atau KW nya oleh pemalsu asal negeri China

Hal hal negatif dalam pasar Batu Akik inilah yang juga membuat para pencinta baru ataupun lama semakin menurunkan daya beli nya kepada produk batu akik dipasaran; banyak yang takut dan kuatir akan keaslian, bisa juga dikatakan sebuah taktik intervensi negatif pasar batu akik nasional oleh negara Tiongkok itu sendiri.

Dan hal ini tak bisa dibiarkan, kalau tidak akan menghancurkan pasar batu akik itu sendiri, sehingga titik jenuh ekonomis dari usaha batu akik akan terjadi.

Jangan sampai demam batu akik akan semakin memudar, karena percaya atau tidak, usaha batu akik itu sendiri telah ikut sedikit membantu perekonomian masyarakat Indonesia.

 

 

(ndi/dw)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY