Ketika Piala Eropa adalah Piala Kaum Imigran

0
1246

Lingkarannews.com- Imigran menjadii sorotan kembali di Eropa, bukan saja karena isu nsionalisme yang sengaja dihembuskan pasca Brexit, namun juga terkait ketidakberdayaan Tim Nasional negara Eropa tanpa keberadaan Imigran

Sekarang mari kita tengok, tim tim yang lolos dari pasca Group; kebanyakan adalah negara negara yang menggunakan ‘jasa’ kemampuan Imigran tanpa kecuali dengan Inggris

Ada yang menganggap jeleknya Timnas Inggris adalah efek buruk dari gemerlapnya Premier League. Pemain-pemain muda Inggris tidak pernah punya kesempatan yang cukup untuk unjuk kemampuan. Tim-tim Premier League, dan bahkan Championship, lebih memilih pemain luar Inggris karena sudah punya skill lebih baik – meski harus dibayar sedikit lebih mahal.

Pemerintah Inggris tidak diam saja. Home Office (Kementrian yang menangani persoalan imigrasi, keamanan, dan hukum) Inggris dan FA pada Mei 2016 mengeluarkan aturan baru soal izin kerja bagi pemain Non-Uni Eropa. Presiden FA, Greg Dyke, menyebut jika sistem tersebut diterapkan lima tahun lalu maka saat ini jumlah pemain Non-Uni Eropa di Liga Inggris akan berkurang sebanyak 42 orang.

Berbeda dengan Inggris, Timnas Perancis adalah ‘surga’ bagi para Imigran; diketahui hampir 80 persen kekuataan Timnas Perancis justru berasal dari imigran atau ada juga yang dikenal di Eropa sebagai darah campuran

Keberadaan kaum Imigran di Eropa, harus diakui menjadi bumbu yang manis pada perkembangan sepakbola Eropa

Nama seperi Radja Nainggolan, Paul Pogba, atau sebut saja Eder Citadin Martins pemain Timnas Italia yang lahir dan berkewarga negaraan Brasil

Semua bukan hanya menjadi pemanis belaka, tetapi mampu membawa perubahan kultur bermain pada timnas yang ada

Lihatlah Italia, Timnas yang dienal ‘kolot’ dengan selalu baku memakai pemain kelahiran Italia; karena anggapan gaya dan karakter bermain Italia yang cenderung biasa dengan pertahanan grendel

Tapi kini, melihat permainan Italia ibarat percampuran serangan Barcelona tiki taka dan Juventus dengan pertahanan ketatnya

Siapa sangka, ternyata kaum yang ‘dibenci’ dan tidak diinginkan keberadaan oleh sebagian besar warga pribumi eropa, akhirnya membuat harum nama bangsa mereka di kancah sepakbola sekelas Piala Eropa

Masihkan isu Brexit atau nasionalisme, relevan dengan kondisi eropa saat ini

 

(Adityawarman @aditnamasaya)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY