Kemenangan Trump Memberi Bukti Terbaru Adanya Perpecahan di Bilderberg Group

0
1700

Lingkarannews.com New York- Kemenangan Donld Trump dalam pilpres Amerika yang lalu, membuka bukti baru adanya perpecahan di Bilderberg Group, karena sebelumnya diketahui Pemimpin Google salah satu anggota tetap Bilderberg Group telah menjadi tim sukses Hillary Clinton sejak pertemuan Bilderberg Group tahun 2015

Bilderberg Group dengan salah satu elite nya yaitu pemimpin Google bahkan sengaja membuat mesin pencarian Google presiden Amerika ke-45 adalah Hillary Clinton

Menurut laporan The Next Web, jika pengguna memasukkan kalimat pencarian “Who’ll be the next president?” di mesin pencari Google Search, maka jawaban yang tersaji di peringkat teratas hasil pencarian adalah Hillary Clinton.

Bahkan, di hasil pencarian tersebut dituliskan kalimat, “Hillary Clinton adalah presiden Amerika Serikat berikutnya. Kampanye sudah dimulai, seperti anak panah yang sudah melesat.”

Kedekatan antara Google dan Clinton sendiri memang sudah bukan rahasia lagi. dengan keiukutsertaan salah satu senior eksekutif Google, Stephanie Hannon, yang bergabung dengan tim kampanye Clinton.

Lalu mengapa semua rencana kaum elite Bilderberg Group itu gagal? ataukah memang ada perpecahan di club elite tersebut?

Pada menit menit akhir, diketahui banyak elite globalis dunia yang masuk dalam bilderberg group akhirnya mengalihakan suaranya untuk Donald Trump salah satunya adalah petinggi JP Morgan

Issu yang diapungkan oleh Donald Trump mengenai kembali kepada kejayaan Amerika, mengembalikan ekonomi amerika untuk amerika (Proteksionisme) memberi perubahan kepada angin politik di elite Bilderberg Group, Trump lebih dianggap lebih realistis dibandingkan Hillary

Bilderberg Pecah, karena sosok Hillary Clinton tak ubah mementingkan kepentingan globalis dunia seperti Rockeffler dan yang lainnya

(Bersambung)

Adityawarman @aditnamasaya

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY