Kartun The Simpsons Bukan Konspirasi Melainkan Unjuk Narsisme Kaum Illuminati

0
3656

Lingkarannews.com- Ketika Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika ke-45, ramai terjadi unjuk rasa di sebagian besar kota di Amerika dengan agenda menolak Donald Trump sebagai Presiden Amerika

Keramaian unjuk rasa penolakan pada sosok Donald Trump di beberapa kota besar di Amerika, juga diiringi dengan ramainya beberapa media sekutu Amerika seperti media di Inggris memberitakan perihal ketepatan Prediksi sebuah film kartun The Simpsons yang telah memprediksi terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika pada tahun 2000 atau 16 tahun sebelumnya

Banyak media barat menghubungkan, Kartun The Simpsons adalah hasil teori konspirasi, namun juga banyak yang mengatakan bahwa The Simpson hanya ulah ‘narsisme’ kaum Illluminati dunia

THE Simpsons adalah serial kartun komedi Amerika Serikat yang diciptakan oleh Matt Groening. Program ini pertama kali mulai ditayangkan sebagai potongan acara Tracey Ullman Show pada tahun 1987.

Kartun ini sangat menarik, karena acapkali mempertontonkan isu-isu global dalam pendekatan komedi. Satir dan kritis pada kehidupan warga Amerika tentunya. Berikut beberapa parodi ramalan masa depan ala The Simpsons:

The Simpsons memprediksi pencuri minyak

Dalam episode ” Lard of the Dance “, yang disiarkan 23 Agustus 1998, Homer dan Bart memasuki bisnis minyak, mereka menjual minyak hasil curian dari Sekolah Dasar Springfield. Kehidupan nyata diparodikan pada episode ini di mana pada tahun 2011, St.Louis Dispatch melaporkan pencurian minyak pelumas senilai $ 2 ribu yang dicuri dari Bobby Tesslers St.Louis Co di Rock Hill, Missouri.

The Simpsons memprediksi tragedi mengerikan

The-Simpsons-Predicted-The-Future-911

Episode ” The City of New York vs Homer Simpson “, tayang 21 September 1997, dimana Homer harus pergi ke The World Trade Center setelah tidak membayar tiket parkirnya. Prediksi seperti yang digambarkan di bawah ini menarik karena harga majalah ditempatkan bertepatan dengan penempatan bangunan WTC dan tragedi 9/11

The Simpsons membantu kemajuan teknologi yang sangat besar

The-Simpsons-Predicted-The-Future-touch-screen-490x368

Di tahun 1994 dalam episode ” Lisa On Ice “, Kerney meminta Dolph untuk membuat catatan pada asisten digital Applenya. Pada masa itu Apple belum sepenuhnya mengadopsi aspek layar sentuh untuk perangkat mereka. Keyboard fisik adalah satu-satunya pilihan yang praktis untuk perangkat mobile. Scott Forstall , seorang insinyur Apel pada saat itu sedang mencari cara untuk melepaskan diri dari keyboard dan merujuk The Simpsons sebagai inspirasi.

The Simpsons mungkin telah merancang iPod

The-Simpsons-Predicted-The-Future-ipod

Dari episode 1.996 ” Bart After Dark “, interkom di gerbang tampak sangat menakutkan dan mirip dengan iPod Apple 2001. Mungkin tidak seinovatif yang Apple pikirkan.

The Simpsons memprediksi Ebola

The-Simpsons-Predicted-The-Future-Ebola

Dari episode ” Lisa Sax “, The Simpsons tampaknya meramalkan Virus Ebola, yang meletus pada tahun 2014.

The Simpsons dan Terpilihnya Donald Trump

the-simpsons-prediksi-trump-jadi-presiden-490x257

Enam belas tahun yang lalu, The Simpsons, sebuah serial kartun komedi Amerika, memprediksi bahwa Amerika akan dipimpin oleh Donald Trump, lansir Washington Post, Jum’at (18/3/2016).

Dalam sebuah episode berjudul “Bart To The Future,” Lisa Simpsons adik dari Bart Simpsons menjadi Presiden Wanita pertama Amerika.

Masa pemerintahan Lisa diguncang oleh krisis yang terjadi di seantero Amerika. Krisis anggaran yang melanda merupakan warisan dari Presiden Trump, Presiden Amerika sebelumnya.

Dalam episode itu, Bart mencoba menyelamatkan Presiden Lisa. “Lisa memiliki masalah di luar kemampuannya, hanya Bart yang dapat memecahkannya,” kata Dan Greaney, penulis cerita The Simpsons.

Dalam wawancaranya dengan Washington Post, Greaney menjelaskan kenapa ia menghadirkan sosok Trump, yakni maestro real estate itu sangat pas untuk menjadi cerita komedi pada waktu itu. “Televisi membutuhkan nama selebriti yang akan terdengar licik dan absurd,” kata Greaney.

Greaney mengatakan bahwa Trump memiliki gaya yang cocok seperti tokoh-tokoh Simpsons, dia tepat untuk berada di sana.

“Tapi sekarang dia mencalonkan diri sebagai presiden, saya melihat dia memakai cara yang lebih gelap,” kata Greaney.

“Tidak, saya tidak berpikir bahwa Trump bisa menang,” kata Greaney. “Tapi acara ini (the simpsons) adalah tentang isu-isu kolektif, sehingga pikiran kolektif kita mungkin menghadirkan jawaban yang berbeda-beda,” tambah Greaney.

Apakah benar demikian, ataukah ada yang disembunyikan dibalik pembuatan kartun The Simpson itu sendiri?

Pembuat film Kartun The Simpson sudah sejak lama dikenal bagian dari gerakan Freemasonry bahkan menurut berita Matt Groening adalah 33rd Mason, atau tingkat ke-33 dari gerakan Freemasonry

Image result for matt groening is illuminati

Kartun The Simpson sejak awal penayangannya sudah penuh dengan penampilan simbol simbol ala Freemasonry dan Illuminati

Hingga pantas, banyak yang mengatakan The Simpsons adalah hasil rangkuman ‘pemikiran’ kaum Freemasonry dan Illuminati dunia sejak lama, salah satu kodenya adalah pada penyangan episode virus Ebola

Kaum Freemasonry dan Illuminati memiliki salah satu agenda adalah memonopoli industri pembuatan anti virus atau vaksin penyembuh, seperti perusahaannya Rockeffeler yang giat untuk mencari anti virus atau vaksin penyembuh dari virus virus yang ada di dunia

Agenda agenda kapitalisme yang dijalankan oleh Kaum Freemasonry dan Illuminati hingga semua hal tersebut sudah tentu diketahui oleh Matt Groening pencipta kartun The Simpson

Ibarat rangkuman catatan catatan yang tinggal dilihat dan dipilah dengan hitungan dan analisa yang tepat, pun kepada hasil nya kalau benar akan menjadi sebuah kenarsisan tingkat tinggi sehingga dikira sebagai teori konspirasi, dan kalau salah anggap saja sebuah hiburan kartun keluarga semata

Matt Groening adalah sosok yang pandai melihat situasi dan informasi, hingga akhirnya menjadi bahan dalam kartun The Simpsons yang sempat dilabeli film kartun yang tak layak tonton karena begitu banyak adegan dan perkataan yang kurang pantas bagi perkembangan anak

The Simpons bisa dikatakan bukti kenarsisan para kaum Freemasonry dan Illuminati dalam menjalankan agenda agendanya seperti NWO dan sebagainya

Sama dengan film yang dibuat oleh para sutradara serta penulis cerita yang terkait dengan gerakan freemasonry serta illuminati, semua serba kode kode tentang gerakan tersebut didunia nyata, serta ‘bocoran’ kenarsisan agenda agenda kaum yang dikenal sebagai turunannya para Knight Templar itu.

 

(Adityawarman @aditnamasaya)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY