Jaksa Penuntut Buat Siapa?

0
103

Lingkarannews.com Jakarta- Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok beserta keluarga dan kuasa hukumnya telah memutuskan untuk tidak naik banding ke Pengadilan tinggi DKI atas Vonis 2 tahun yang diberikan PN Jakarta Utara atas kasus penodaan agama yang dilakukan di kepulauan seribu

Keputusan ahok dan keluarga serta kuasa hukum untuk membatalkan banding, ternyata tidak serta merta diikuti oleh pihak jaksa penutut umum, yang tetap memutuskan naik banding karena tidak setuju dengan vonis hakim dan pasal yang dituntutkan oleh tim JPU

Upaya banding tim Jaksa penuntut umum dinilai beragam oleh masyarakat, namun banyak pihak yang justru mempertanyakan maksud banding JPU yang terkesan menjadi bagian tim pembela hukum atas terpidana Ahok

Pengamat hukum Ahmad Subarkah memberikan pendapatnya, sah sah saja tim JPU melakukan banding, dan bukan hal yang aneh didunia hukum Indonesia, hanya mungkin ini banyak mendapat respon masyarakat, karena baru pertama kalinya JPU lakukan banding semata karena keberatan vonis hakim yang terlalu berat serta pasal yang dituntutkan tidak sesuai keinginan

Biasanya JPU akan memposisikan diri merespon atau menanggapi keputusan banding dari terpidana (karena ahok sudah divonis bersalah), dan menerima serta menghormati apabila ternyata tim kuasa hukum akhirnya tidak melakukan banding

Namun, sepertinya semua logika sehat yang biasa terjadi didunia hukum Indonesia akan berubah, ternyata JPU yang justru harus memutuskan banding karena kecewa atas vonis hakim serta pasal yang dikenakan, bukan terpidana atau keluaraga serta kuasa hukumnya

Yang menjadi pertanyaanya sekarang adalah, Jaksa Penuntut untuk siapa? karena yang melaporkan dan memberikan kesaksian pada persidangan sebelumnya pun tidak meminta dan memaksa tim JPU melakukan banding

Untuk siapa tim JPU menutut Banding? tutup Subarkah

 

Adityawarman @aditnamasaya

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY