Phantom Express Spacelift Inikah Jawaban Boeing Terhadap tantangan Space-X dan NASA ?

0
185
Phantom Express Spacelift. Sumber Gambar : Boeing

Lingkarannews.com Chicago, Amerika Serikat – Baru-baru ini, Boeing yang bekerja sama dengan DARPA merilis satu video design pesawat luar angkasa (Shuttle space). Pesawat yang termasuk dalam kategori hypersonic aircraft berdasar kemampuan kecepatan yang mampu dicapai-nya ini, diberi nama Phantom Express Spacelift.

Menurut Boeing, pesawat ini dapat mengudara menuju luar angkasa tanpa Additional rockets. Yang artinya propulsion rockets termasuk dalam struktur pesawat tersebut. Pesawat ini juga di desain untuk dapat ulang alik, dalam pengertian lebih luas, usable. Selain usable, peswat ini pun memiliki kemampuan autonomous. Pesawat ini di desain untuk keperluan militer Amerika Serikat mengirim satelit keluar angkasa.

Boeing Phantom vs Space-X Falcon-9. Sumber Gambar : Boeing

Boeing meng-klaim, biaya operasional yang dibutuhkan untuk sekali misi ( peluncuran dan balik lagi ke bumi ) adalah US$ 5 Juta, 10x lebih hemat dari biaya yang dibutuhkan Space-X untuk satu kali peluncuran, yaitu senilai US$ 65 juta, dan 20x lebih hemat dari peluncuran pada umum-nya, US$ 100 juta. Bukan hanya itu saja, Boeing pun mengklaim bahwa waktu yang dibutuhkan untuk persiapan peluncuran adalah 10 hari, untuk 10 kali peluncuran.

Saat ini Boeing telah memasuki fase kedua konsep, yaitu konstruksi dan test darat, dan diperkirakan akan selesai pada 2019. Boeing merencanakan pada tahun 2020 akan melakukan 12 – 15 kali penerbangan. Tujuan utama yang menjadi target Boeing adalah dapat melakukan “ Launch On Demand ” yang artinya, peluncuran bisa dipesan setiap saat, mengingat pesawat akan lifting off daily, seperti layak-nya pesawat komersial. Bandingkan dengan peluncuran normal saat ini yang membutuhkan waktu berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan. Phantom Express dalap merevolusi penerbangan luar angkasa.

Ini kan jawaban DARPA terhadap tantangan Space-X yang terakhir memenangkan tender proyek pemerintah Amerika Serikat untuk peluncuran beberapa satelit selama 2 tahun? ini kah tanda dimulai-nya perang disektor bisnis berteknologi tinggi? Bangaimana dengan peran RKA (Russia)? Arianasapce (Perancis)? Jaxa (Jepan)? Isro (India)? akan kah mereka akan ikut dalam persaingan?

Sumber : DARPA & BOEING

ADITYAWARMAN @aditnamasaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY