Ingat suksesi Jokowi Pasti Ingat James Riyadi dan kisahnya pada suksesi Bill Clinton

0
1062

 

 

Lingkarannews.com- Lagi meributkan tentang pertemuan Ketua DPR Setyo Novanto dengan Donald Trumph? makin memanas hingga sampai pada issu politik pergantian pimpinan DPR

Publik mungkin lupa, pada era suksesi Bill Clinton campur tangan orang Indonesia sudah terjadi, bahkan melebihi hanya sekedar jabat tangan seperti yang dilakukan ketua DPR Setyo Novanto, pada suksesi Bill Clinton nama James Riyadi sangat santer terdengar karena keterlibatannya didalam mendanai kampanye Bill Clinton dengan Partai Demokrat

Pada kampanye pemilihan presiden AS tahun 1996 (yang kemudian Bill Clinton terpilih untuk kedua kalinya), James Riyadi yang merupakan warga negara ber-KTP Indonesia menjadi salah satu penyumbang terbesar Partai Demokrat.

Dua tahun kemudian, 1998, pada saat rakyat Indonesia semakin banyak yang miskin dan kelaparan karena krisis ekonomi dan krisis moneter, Senat AS melakukan penyelidikan atas skandal keuangan kampanye pemilihan presiden AS terbesar. James Riyadi diharuskan membayar US$ 8,6 juta denda karena sumbangannya kepada Partai Demokrat yang melebihi batas. (Kalau dendanya saja sejumlah itu, silakan bayangkan berapa uang rakyat Indonesia yang dipakainya untuk menyokong kampanye sahabatnya menjadi Presiden AS)

Tahun 2010, koran terbesar di AS Washington Post menurunkan berita tentang bagaimana James Riyadi yang sudah dilarang memasuki AS sejak skandal dana kampanye tahun 1996 itu, tiba-tiba mendapat visa masuk sesudah Hillary Clinton, yang dulu pengacara bank-nya, menjadi menteri luar negeri AS di bawah Presiden Barack Obama.

Jadi, membaca informasi diatas, membuat persoalan jabat tangan dan kehadiran seorang Ketua DPR dan anggotanya pada konpress (bukan kampanye) Donald Trump, menjadi terlihat kecil dibandingkan apa yang telah dilakukan seorang James Riyadi yang juga telah berjasa mengantarkan Jokowi menjadi RI 1

Setyo Novanto dan Fadli Zon itu mungkin terjebak situasi yang sengaja diciptakan oleh Donald Trump; sekaligus dimanfaatkan untuk memancing simpati pemilih muslim (dan itu sebuah tindakan yang harus dikritisi), Namun apa yang dilakukan James Riyadi bisa dikatakan melebihi; karena terlibat langsung mendanai dan mengkampanyekan Bill Clinton sebagai Presiden Amerika

Tapi toh, Tidak ada yang mengkritisi posisi James Riyadi pada saat itu sehingga mampu mendatangkan Bill Clinton pada saat Indonesia ramai menunggu saat penetapan hasil Pilpres, sehingga ada informasi sumir kedatangannya Bill Clinton adalah untuk memback up salah satu capres yaitu Jokowi.

Lagipula ini politik bung, pasti semua berakhir pada nilai politis, seperti ketika beberapa anggota DPR yang akhirnya melaporkan Ketua DPR dan Wakil Ketua DPR ke MKD

 

 

(dw/ndi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY