[ FYI ] Citra Satelit Pangkalan Militer China di Kepulauan Spratly

0
1237

Lingkarannews.com – China semakin menunjukkan agresi-nya untuk penguasaan teritory Laut Cina Selatan yang masih berkonflik. Setelah dengan tegas menolak semua aturan panel arbitrasi PBB, China semakin giat membangun kekuatan militer-nya dengan membangun pangkalan militer di beberapa titik penting wilayah teritory tersebut.
( Baca : [ Konflik Laut Cina Selatan ] China Akan Tolak Semua Keputusan PBB Soal Laut Cina Selatan )

Sejak pertengahan 2014 militer China sibuk memperluas “Fiery Cross Reef” di tepi barat kepulauan Spratly. Pakar di “Centre for International and Strategic Studies” di Washington dan Asia Maritime Transparency Initiative meyakini, negeri tirai bambu itu tengah membangun pangkalan udara sepanjang tiga kilometer. Landasan sepanjang itu mampu menampung pesawat pembom jarak jauh tipe H-6 milik China.

LCS - 6

Gaven-Riff yang terletak di utara kepulauan Spratly diperluas sebanyak 115.000 meter persegi sejak Maret 2014. Pakar hukum internasional menilai, China sedang berupaya membetoni klaimnya atas kepulauan tersebut. Citra satelit yang dibuat 2014 silam menampilkan betapa militer China menggenjot kegiatan konstruksi di Gaven-Riff. Antara bulan Maret (kiri) dan Agustus (kanan) terbentuk sebuah pulau baru.

LCS - 7

China juga membangun landasan pacu militer di Johnson South Reef. Landasan ini sendiri diyakini terlampau pendek untuk tujuan strategis. Namun pulau ini menegaskan klaim China terhadap kepulauan Spratly. Kegiatan konstruksi yang digalang China di Hughes-Riff serupa dengan di Gaven-Riff. Negeri tirai bambu itu diyakini telah mengembangkan metode baku tentang cara pembuatan pulau.

LCS - 9Februari 2015 silam pemerintah Filipina kembali melayangkan nota diplomatik yang memrotes China. Penyebabnya adalah langkah Beijing membangun pangkalan di Mischief-Riff yang cuma terpaut jarak 135 kilometer dari pulau Palawan milik Filipina. Foto terbaru dari 19 Januari membuktikan kegiatan konstruksi di pulau tersebut. Tahun 1999 militer Filipina menenggelamkan kapal “Sierra Mader” di Ayungin Atoll. Sejak saat itu serdadu Filipina berjaga-jaga di sekitar kapal. Langkah tersebut adalah upaya Filipina menjauhkan Cina dari pulau yang diklaim Manila.

Aksi China membangun pulau baru di kepulauan Spratly menambah ketegangan di wilayah. Saat ini Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei ikut menancapkan klaimnya di kepulauan tersebut. Sementara Indonesia bertindak sebagai mediator. (DW.com)

(ADW/NDI)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY