Freemasonry dan Sejarah The Federal Reserve

0
2708

Lingkarannews.com- Dalam makalah yang berjudul “US Government Bankruptcy Proceeding” yang dipresentasikan Prof. Richard Claporth dalam salah satu pertemuan rutin Smart Leadership Institute, Richard menguraikan sebab-sebab kebangkrutan pemerintah Amerika Serikat. Meski hanya berisi pokok-pokok peristiwa, namun makalah tersebut penting untuk diketahui. Inilah isi salinan makalah itu yang dicuplik dari buku ‘Knights Templar. Knights of Christ’.

Sebelum 1913, pemerintah Amerika memperoleh dana dari tarif impor. Pada saat itu belum ada pajak yang dikenakan kepada warganegara. Mata uang Amerika dibuat ari logam asli atau yang biasa dihargai/dikembalikan sebagai logam (dikenal sebagai uang asli).

Pada 1913, para bankers memutuskan bahwa telah terjadi kekurangan mata uang di Amerika, dan pemerintah Amerika tidak bisa menerbitkan mata uang lagi karena semua emas cadangannya telah terpakai.

Agar ada sirkulasi tambahan uang, kelompok orang mendirikan satu bank yang dinamakan The Federal Reserve Bank of New York.

Kemudian Federal Reserve Bank of New York menjual stock yang dimiliki dan dibeli oleh mereka sendiri senilai US$ 450.000.000 melalui Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam, Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York.

Karena bank-bank tersebut memiliki cadangan emas yang besar, maka bank-bank tersebut dapat mengeluarkan mata uang yang dengan jaminan emas dan mata uang tersebut yang disebut Federal Reserve Notes. Bentuknya sama dengan mata uang Amerika, dan masing-masing dapat saling tukar.

Untuk membayar bunga, pemerintah Amerika menciptakan income-tax (pajak penghasilan). Jadi sebenarnya warganegara Amerika membayar bunga kepada Federal Reserve. Income tax dimulai pada 1913, pada tahun yang sama dengan pendirian Federal Reserve. Semua income tax yang terkumpul dibayarkan ke Federal Reserve sebagai bunga atas pinjaman.

Awal 1929, Federal Reserve berhenti menerima uang emas sebagai bayaran. Yang berlaku hanya ‘uang resmi’. Federal Reserve mulai menarik uang kertas yang dijamin emas dari sirkulasi, dan menggantinya dengan ‘uang resmi’.

Sebelum 1929 berakhir, ekonomi Amerika mengalami malapetaka (disebut masa Great Depression).

Pada 1931, Presiden Amerika Herbert Hoover mengumumkan kekurangan budget sebesar US$ 902.000.000.

Pada 1932, Amerika menjual emas senilai US$ 750.000.000 yang digunakan untuk menjamin stabilitas mata uang Amerika. Ini sama dengan ‘penjualan likuidasi’ sebuah perusahaan bermasalah. Emas yang dijual ini dibeli dengan potongan (discount rates) oleh bank internasional/bank asing, dan pembelinya adalah Federal Reserve di New York.

Presiden Theodore Roosevelt mengalahkan Presiden Hoover pada pemilu 1932. Dalam sambutannya, Roosevelt mengatakan ; “Satu-satunya hal yang harus kita takutkan adalah ketakutan itu sendiri”.

Roosevelt membuat serangkaian kebijakan untuk mereorganisasi pemerintahan Amerika, namun negara tetap bangkrut karena tak mampu membayar bunga pinjaman kepada Federal Reserve.

Akibat kebangkrutan Amerika, maka bank-bank yang merupakan pemilik Federal Reserve memiliki SELURUH Amerika, termasuk warganegara dan aset-asetnya, sehingga jika dianologikan, Amerika sebenarnya tak lebih dari ‘anak perusahaan’ Federal Reserve.

Sepekan kemudian di Parlemen dilakukan tuntutan impeachment terhadap anggota-anggota dari Dewan Federal Reserve, kebanyakan agen-agen Federal Reserve dan para manager dari Departemen Keuangan Amerika, dengan tuduhan “kejahatan luar biasa dan penyalahguanaan wewenang”, termasuk pencurian lebih dari US$ 80.000.000.000 per tahun selama lima tahun (total US$ 400.000.000.000).

Pada 1934, Roosevelt memerintahkan seluruh bank di Amerika untuk tutup selama sepekan, dan menarik dari masyarakat emas dan mata uang yang di-back up emas, dan menggantinya dengan “seolah-olah uang” yang dicetak Federal Reserve. Tahun itu dikenal sebagai Liburan Bank Nasional.

Rakyat Amerika menahan emasnya karena tak mau menggunakan kertas tak bernilai yang “seolah-olah uang”. Roosevelt pun mengeluarkan perintah larangan bagi setiap warganya untuk memiliki emas, karena illegal. Aparat bahkan menyisir penduduk, dan menyita emas yang didapat dari warga. Hal ini membuat rakyat berbondong-bondong menukar emasnya dengan sertifikat/bond bertuliskan I.O.U yang ditandatangani Morgenthau, Menteri Keuangan Amerika kala itu. Hal ini merupakan perampokan emas besar-besaran yang pernah terjadi dalam sejarah manusia. Pada 1976, Presiden Jimmy Carter mencabut kebijakan ini.

Pada 1963, Presiden John F. Kennedy memerintahkan Departemen Keuangan mencetak uang logam perak untuk mengakhiri kekuasaan Federal Reserve, karena dengan memiliki mata uang sendiri, maka rakyat Amerika tak perlu lagi membayar bunga kepada bank milik kaum Yahudi itu. Lima bulan setelah kebijakan dikeluarkan, Kennedy dibunuh.

Pengganti Kennedy, Lyndon Johnson, membatalkan kebijakan Kennedy dan memerintahkan Departemen Keuangan untuk menghentikan pencetakan mata uang perak, serta menarik kembali uang perak yang sudah diedarkan, dan dimusnahkan.

Pada hari Kennedy dimakamkan, Federal Reserve Bank mengeluarkan uang ‘no promise’ yang pertama. Uang ini tidak menjanjikan bahwa bank tersebut akan membayar dalam mata uang yang sah secara hukum, namun mata uang itu merupakan alat pembayaran yang berlaku.

Presiden Ronald Reagen berencana memperbaiki pemerintahan Amerika sesuai aturan konstitusi. Ia ditembak beberapa bulan kemudian oleh anak teman dekatnya, Wakil Presiden George Bush. Akhirnya Reagen ‘bungkam’, dan tidak mengeluarkan kebijakan baru hingga pada 1987. Namun kebijakannya untuk mengimplementasikan konstitusi dalam pemerintahan, tidak ditanggapi sama sekali oleh para pejabatnya.

Pada 1993, saat berpidato di parlemen, James Traficant mengutuk system Federal Reserve sebagai suatu penipuan besar-besaran. Tak lama kemudian anggota parlemen dari Partai Demokrat itu menjadi korban penyelidikan kasus korupsi, namun hingga 2002 dia tidak diadili.

Pada uang dolar yang dicetak sebelum tahun 2000 tertera tulisan Federal Reserve Bank cabang mana yang mengeluarkan dan menjami uang tersebut, namun pada cetakan tahun 2000 tulisan yang tertera adalah Federal Reserve System.

Pada 2002, pengadilan memutuskan James Trificant terbukti korupsi. Politikus itu marah sekali, dan mengatakan bahwa saksi-saksi yang memberatkannya di pengadilan, semuanya dipaksa untuk berbohong. Ia bahkan tak dapat menghubungi orang-orang yang menyelidiki kasus korupsinya. Dengan kata lain, kasus James merupakan kasus yang direkayasa.

Henry Ford pernah berkata ; “Barangkali ada bagusnya rakyat Amerika pada umumnya tidak mengetahui asal-usul uang, karena jika mereka mengetahuinya, saya yakin esok pagi akan terjadi revolusi.”

Dengan sejarah yang seperti itu, maka tak heran jika pada pecahan uang 1 dolar Amerika pun terdapat gambar piramida dengan sebuah mata pada puncaknya yang disebut All Seing Eye, dan di bawah piramid tersebut terdapat tulisan “Novus Ordo Seclorum”.

The All Seing adalah salah satu simbol Masonik. Bahkan lambang Negara Amerika adalah burung elang yang mengembangkan sayapnya dengan kedua kaki mencengkeram anak panah dan daun zaitun. Di atas kepala burung itu terdapat sekumpulan bintang yang membentuk susunan Bintang david, lambang Yahudi.

Jika dicermati dengan baik, pada lambang negara Amerika itu terdapat banyak simbol yang mengarah pada Yahudi. Misalnya, bintang di atas kepala burung yang membentuk bintang David berjumlah 13; garis pada perisai di dada burung juga berjumlah 13; jumlah daun zaitun di kaki burung juga 13; jumlah anak panah 13; dan bulu di ujung anak panah juga berjumlah 13. Untuk diketahui, 13 merupakan angka pavorit kaum Yahudi, karena jumlah suku dalam bangsa Yahudi ada 13.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY