Duta Besar Rusia untuk Turki tewas ditembak di Ankara

0
2689

Lingkarannews.com Ankara- Rusia menyatakan pembunuhan Duta Besar, Andrey Karlov, di ibokota Ankara, Turki, sebagai sebagai tindak terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Turki telah memberi jaminan akan ditempuh penyelidikan menyeluruh dan pihak-pihak yang terlibat akan dihukum.

“Terorisme tidak akan lolos! Kami akan memeranginya dengan sungguh-sungguh,” tegas Maria Zakharova.

“Kenangan atas diplomat Rusia yang terkemuka ini, seorang yang melakukan banyak hal untuk melawan terorisme akan tetap di hati kami selamanya.”

Turki, Rusia, Ankara

Andrey Karlov tewas ditembak di sebuah galeri seni di Ankara, Senin (19/12) dan sempat dibawa untuk perawatan darurat karena menderita cedera serius namun meninggal dunia di rumah sakit.

Laporan-laporan menyebutkan Karlov sedang memberikan pidato ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dan memekik pesan tentang kota Aleppo di Suriah.

Turki, Rusia, Karlov, AnkaraAP/BURHAN OZBILICI
Penyerang disebut menyampaikan pesan tentang kota Aleppo, Suriah.

Sementara juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, John Kirby, menegaskan para pejabat AS sudah mendengar laporan tentang serangan atas Dubes Karlov.

“Kami mengecam tindakan kekerasan ini, apapun sumbernya. Hati dan doa kami bersamanya dan keluarganya.”

Polisi belakangan ‘menetralisir’ pria bersenjata itu namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Foto-foto yang beredar di internet memperlihatkan dua pria berpakaian jas tergeletak di lantai dengan tiang mikrofon di galeri seni yang sedang menggelar pameran berjudul ‘Rusia seperti dilihat Turki’.

Turki, Rusia, Karlov, AnkaraAP/BURHAN OZBILICI
Para hadirin di galeri menyaksikan langsung serangan atas Dubes Karlov dan laporan awal menyebutkan ada juga korban yang cedera.

Hubungan Turki dan Rusia agak menegang dalam beberapa waktu belakangan karena keterlibatan kedua negara dalam konflik di Suriah.

Sehari sebelumnya marak unjuk rasa dari sekelompok warga di gedung Konsulat Jenderal Rusia di Istanbul yang menentang dukungan Rusia atas pasukan pemerintah Suriah.

Turki, Rusia, Karlov, Ankara

Bagaimanapun pemerintah Ankara dan Moskow ikut bekerja sama dalam operasi senjata di Aleppo.

Belum dipastikan motif dari serangan atas Duta Besar Karlov dan identitas penyerangnya belum diungkapkan.

Beberapa laporan menyebutkan pelaku memasuki galeri seni itu dengan menggunakan kartu identitas polisi dan memekik, “Jangan lupakan Aleppo, jangan lupa tentang Suriah,” dan memekik “Allahu Akbar.”(BBC.com)

ADW/NDI

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY