Donald Trump adalah Fakta Sikap Politik Standar Ganda Amerika Kepada Islam

1
1369

 

Lingkarannews.com- Pernyataan Donald Trump mengenai Muslim yang harus keluar dari Amerika banyak mendapatkan respon dunia internasional, sebagian besar banyak yang mencela pernyataan calon presiden amerika dari Partai Republik tersebut karena bersifat Rasis dan anti Muslim

Mungkin publik harus sadar, Donald Trump ini adalah mewakili fakta politik Amerika saat ini yang selalu memiliki standar ganda terhadap negara negara Muslim

Donald Trump adalah sikap Amerika itu sendiri kepada negara negara Muslim

Standar Ganda dengan satu sisi sebagai pejuang Hak Asasi Manusia sementara di sisi lain sebagai Negara Pelanggar hak asasi dengan program invasi demi minyaknya.

Ketidaksukaan Donal Trump kepada Muslim ibarat suara terpendam yang sering ditutupi aslinya oleh Amerika  sendiri.

Sosok Donald Trump Donald Trump lain tentu banyak ditemukan di Amerika, ibarat menunggu waktunya saja yang tepat untuk muncul dan meledak, sikap anti Muslim dianggap sikap yang realistis

Keterbukaan dan ceplas ceplos seorang Donald Trump menjadi sebuah sikap ‘berlawanan’ dari ketertutupan Amerika sendiri yang tidak mengakui sikap memiliki standar ganda kepada negara muslim

Mungkin yang menjadi catatan adalah sosok Donal Trump tidak menyadari fakta sejarah yang ada, bahwa Amerika adalah milik tanah orang Indian, dirinya (Donald Trump) tak lebih penjajah yang mengusir penduduk asli pribumi untuk sekedar bisa menumpang hidup di Amerika

Lalu apakah pantas seorang pengusir pribumi yang tak memiliki tempat sendiri bicara tentang anti muslim? dan mengusir para muslim?

Siapa Donald Trump itu? karena tak lebih pendatang yang tak tahu diri di tanah Amerika tanah para Indian

1 COMMENT

  1. ”I am a Muslim and I am not a Terrorist.”

    Muslim does not mean terrorist, our religion (Islam) forbids it.

    You can learn in Indonesia (home of the world’s largest Muslim population) how the 6 religions: Islam, Christianity, Catholicism, Buddhism, Hinduism and Confucianism coexist peacefully.

    Tuan Trump boleh menuduh Kaum Muslim itu fanatik extrimis ataupun teroris.
    Tetapi tuan harus membenarkan kata hati tuan sendiri,
    Bahwasanya berawal dari fanatiknya Umat Islam di Negeriku (Indonesia), itu adalah modal yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan bangsa sekutu portugis, inggris dan belanda.

    Agar tuan tahu itu bukanlah tentang fanatik !
    Itulah yang bernama ghirah !

    ”Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallahu Wallahu Akbar.”

LEAVE A REPLY