Demi Mendengar Kesaksian Ahok, Haji Lulung Menghadiri Persidangan Kasus UPS

0
875

Lingkarannews.com – Hari ini Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menjalani persidangan kasus pengadaan Uninterrupted Power Supply (UPS) pada Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014 di pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta.

Ada yang menarik dalam persidangan tersebut, yaitu kehadiran Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana yang lebih kenal Haji Lulung. Kedatangan Haji Lulung ke persidangan tersebut adalah untuk menyaksikan kesaksian Ahok.

Haji Lulung mengatakan kehadirannya pada persidangan kasus tersebut, supaya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) bersaksi jujur.

“Saya yakin kalau saya hadir di situ Ahok gak akan bohong. Makanya saya pengen datang. Kalau saya tidak hadir, Ahok pasti bohong, saya yakin,” kata Lulung di Pengadilan Tipikor.

Lulung mengungkapkan, ia akan sangat senang jika kesaksian Ahok bisa mendatangkan tersangka baru. Menurutnya, kunci untuk membongkar kasus korupsi pengadaan UPS tersebut adalah Ahok dan Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014, Ferrial Sofyan.

“Saya senang kalau dia munculkan tersangka baru. Kuncinya, Tuhan tahu, Ahok tahu, dan Ferrial Sofyan yang tahu,” ucap Lulung.

Dalam kasus pengadaan UPS pada APBD-P 2014, Bareskrim telah menetapkan beberapa tersangka selain Alex Usman. Dari pihak eksekutif, ada Zaenal Soleman. Yang bersangkutan menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat, saat pengadaan.

Sementara itu, dua tersangka lainnya dari pihak DPRD, yaitu Muhammad Firmansyah dari Fraksi Partai Demokrat dan Fahmi Zulfikar dari Fraksi Partai Hanura. Keduanya diduga terlibat dalam kasus UPS saat sama-sama menjabat di Komisi E DPRD DKI periode 2009-2014.

Beberapa pihak terkait sudah dipanggil untuk bersaksi pada kasus yang diduga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 81,4 miliar tersebut. Seperti mantan Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan, Lulung, Saefullah, Lasro Marbun, dan lain-lain. (Republika)

(ADW/NDI)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY