Bukankah Aksi Pemblokiran adalah Aksi INTOLERAN

0
1032

Lingkarannews.com Jakarta- Mengajari sebuah makna terkait Toleran ataupun soal intoleran, akan lebih baik apabila berkaca kepada kebijakan yang sudah ditetapkan dan dijalankan

Aksi pemblokiran kepada media media ataupun portal media yang ada, bukankah itu termasuk kepada sikap yang menunjukkan sifat intoleran

Sifat Intoleran yaitu sifat yang tidak tenggang rasa

Tenggang rasa adalah sikap menghargai dan menghormati perasaan orang lain serta dapat menenipatkan diri pada situasi yang dialami orang lain sehingga dapat ikut merasakannya.

Bagaimana mengajari sikap menghargai dan menghormati perasaan rakyatnya sendiri, yang ingin bicara mengenai fakta dan realitas yang ada, terkait kehidupan berbangsa dan bernegara

Apakah salah? ketika rakyat ingin memberikan kritikannya mengenai fakta danrealitas yang ada terkait hal hal negatif yang ditimbulkan atas kebijakan yang dijalankan selama ini seperti kenaikan pajak, kenaikan tarif listrik, hingga kegaduhan yang disebabkan ketidak tegasan pemimpin yang ada

Yakinlah 100 persen, seandainya saja, pemimpin di negeri ini berlaku sesuai harapan rakyat, tentu rakyat tidak memerlukan informasi dari portal berita ataupun social media, mereka akan percaya kepada pemimpinya, namun lihatlah saat ini; mengkritik ketidaktegasan sang pemimpin takut diberikan label pembuat makar, bicara realitas mengenai TKA ilegal asal China dikatakan penyebar HOAX

Rakyat harus percaya dan bicara kemana?

Lantas, apakah tiba tiba solusi singkat langsung dengan melakukan pemblokiran adalah sebuah solusi sehat?

Bagaimana sifat toleran yang dimiliki pemimpin negeri ini? ketika kritikan bukan dijadikan cambuk untuk sebuah perbaikan, malah dianggap lawan yang harus diberangus selamanya

Pemblokiran adalah sifat intoleran itu sendiri, jadi sebuah ambiguitas ketika diseluruh negeri semua bicara soal toleransi, tetapi seolah menutup mata mengenai kebijkaan intoleran pemimpin negeri ini dengan menetapkan kebijakan pemblokiran

Pemblokiran hanya dilakukan sebuah pemerintahan tiran yang tidak mau mengayomi dan belajar merangkul yang menjadi lawan karena perbedaan menjadi kawan yang harus bersamaan demi negeri

Semua sifat intoleran muncul dan berasal dari sifat egoitas diri yang berlebihan, ketakutan dan kekuatiran bukan bagaimana cara atau solutif

Janganlah pemimpin negeri ini, semakin memiliki sifat intoleran atas perbedaan pandangan

Dengan melakukan aksi pemblokiran, semakin memberi bukti pemerintah tidak siap menerima perbedaan cara pandang dalam melihat realitas negara saat ini

Sebuah kebijakan tiran pasti semakin melahirkan banyak bibit perlawanan, apakah para pemimpin di negeri ini menyadari hal itu?

 

Adityawarman @aditnamasaya

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY