Berikut Pernyataan-Pernyataan tak pantas Ruhut Sitompul sebagai wakil rakyat

0
4972

Lingkarannews.com- Sebagai wakil rakyat, Ruhut Sitompul sepertinya harus kembali mengingat pepatah ‘Mulutmu Harimaumu’. Sebab, kali ini politikus dan juru bicara Partai Demokrat itu kembali tersandung kasus, akibat tidak dapat menjaga omongannya.

Ruhut dilaporkan oleh Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, akibat memplesetkan kepanjangan HAM ‘Hak Asasi Manusia’ menjadi ‘Hak Asasi Monyet’. Apalagi, kata-kata kasarnya itu dilontarkan Ruhut dalam kegiatan rapat, antara Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti di Gedung DPR RI Senayan pada Rabu (20/4) lalu.

Perkataan Ruhut ini dilontarkannya saat menanggapi adanya tudingan, bahwa pihak Densus 88 telah melanggar HAM akibat kematian Siyono yang merupakan salah seorang terduga teroris.

“Saya kecam yang katakan Densus melanggar HAM. HAM apa? Hak asasi monyet?” ujar Ruhut dalam rapat bersama Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti di Gedung DPR RI Senayan, Rabu (20/4) lalu.

Menurut Dahnil Anzar selaku pelapor, apa yang diutarakan Ruhut ini jelas-jelas melanggar etika di hadapan publik, dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat. Untuk itulah dirinya tak segan-segan melaporkan politikus Demokrat itu kepada pihak MKD DPR.

“Jadi jelas itu melanggar etika di hadapan publik. Kata-kata kebun binatang ini kan enggak pantas digunakan di ruang publik, itu saja yang kita laporkan ke MKD,” kata Dahnil di Ruang Kesekretariatan MKD, Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (29/4).

Pelaporan ini bukan yang pertama kali dialami oleh Ruhut akibat tak dapat menjaga omongannya. Pengamat politik Boni Hargens diketahui juga pernah melaporkan Ruhut ke Mapolda Metro Jaya, atas tuduhan penghinaan yang bersifat rasis.

Boni melaporkan Ruhut atas ucapannya ketika live di salah satu televisi nasional, pada tanggal 5 Desember 2013, sekitar jam 17.30 Wib-18.00 Wib. Perkataan Ruhut tersebut dinilai Boni bernada rasisme, penghinaan manusia atas dasar SARA, dan karenanya merupakan suatu bentuk kejahatan.

“Saat itu saudara Ruhut Sitompul tampak emosional dan cenderung lose-control. Tiba-tiba pada satu segmen, Ruhut mengatakan ‘lumpur Lapindo itu warnanya apa? Hitamkan! Ya sudah, itu Boni Hargens itu kulitnya hitam kan!’ Belum lagi yang lain-lain, banyak kok,” ujar Boni saat dikonfirmasi merdeka.com, pada Jumat (6/12/2013) silam.

Tah hanya itu, saat Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur DKI dan mendeklarasikan dirinya akan ikut dalam bursa Pilpres sebagai calon presiden, Ruhut juga pernah berkomentar pedas mengenai Jokowi dan niatannya nyapres tersebut.

Kala itu, Ruhut dengan tegas menyindir Jokowi yang menurutnya hanya sebagai ‘tukang mebel’, dan dinilainya belum level jika harus mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.

“Pedagang mebel mau jadi calon presiden, belum levelnya. Memang mudah jadi presiden? Aku tidak mau bodohi rakyat, aku mau cerdaskan rakyat,” kata Ruhut kepada merdeka.com, Minggu (19/5/2014) silam.

“Aku tidak dukung. Aku mau pimpinan negara punya track record cerdas, bersih. Tapi jangan dia (Jokowi). Rakyat harus lebih cerdas, jangan pilih orang karena pencitraan,” pungkasnya.(Merdeka.com)

(ADW/NDI)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY