Benarkah, terlalu banyak Faksi dan Kepentingan di BIN sehingga Sutiyoso disebut ‘Panglima tanpa Pasukan’

0
745

 

Lingkarannews.com-¬†Badan Intelejen Negara (BIN) dianggap pihak yang ‘bersalah’ atas terjadinya konflik Horizontal di Aceh Singkil, dan ini sudah dua kali Ka BIN Sutiyoso kecolongan; karena yang pertama adalah peristiwa di Tolikara Papua

Ibarat kecolongan dua kali, hal ini dianggap sebuah pelajaran yang sangat berharga buat Ka BIN Sutiyoso untuk segera membenahi kekuatan telik sandi nya di lapangan; kalau bagi kiper yang sudah berpengalaman, kecolongan dua gol adalah sebuah kesalahan fatal yang akan menjadi catatan merah di perjalanan karier bagi sang kiper itu sendiri.

Ada apa dengan Sutiyoso atau kita biasa panggil dengan bang Yos di posisinya sebagai Ka BIN, mengapa seolah dirinya adalah ‘panglima tanpa pasukan‘, dimana kekuatan telik sandi negara seolah ‘menghilang’ ditangannya

Menurut pengamat intelejen senior DS, ada ‘ketidak terimaan’ kepada sosok Sutiyoso di tubuh BIN saat ini, BIN adalah Lembaga yang unik yang di isi oleh kekuatan telik sandi berdasarkan pola pikir kepala BIN sebelumnya.

Contoh; mantan Ka BIN Hendropriyono yang masih dianggap memiliki koneksi dan korelasi jaringan kepentingan di BIN hingga saat ini melalui DAS BIN atau Dewan Analis Strategik BIN yang memang didirikan oleh Hendropriyono, selanjutnya Sutanto mantan Ka Bin pertama dari Kepolisian yang kental dengan strategik anti perjudian dan Narkotika nya, dan terakhir Marciano Norman yang dianggap masih ‘kepanjangan tangan’ SBY juga dianggap masih memiliki jaringan tersendiri di BIN saat ini; belum lagi nama nama Ka BIN yang lain yang sempat menjadi pengisi pos kepala Intelejen di negeri ini, yang belum sempat disebutkan.

BIN memang memiliki faksi dan kepentingan atau warna berdasarkan Ka BIN nya sendiri sendiri

Tetapi, memnag harus di akui Ka BIN era Hendropriyono lah yang masih dianggap memiliki peletak jaringan kepentingan di BIN hingga saat ini; karena program perekrutan sejuta kader intelejen di  berbagai sektornya.

Pantas lah Sutiyoso diibaratkan memasuki arena pertempuran dengan ‘apa adanya’, karena sutiyoso sendiri tidak mengenali pasukan miliknya sendiri yang seharusnya menjadi kekuatan dirinya di lapangan.

Sutiyoso si Panglima tanpa Pasukan di BIN

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY