Benarkah Pemecatan Fahri Hamzah Hanya Menjadi Urusan Internal PKS

0
1793

Lingkarannews.com- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah sebuah partai politik dan bukan sebuah ormas; ibarat sebagai parpol, apapun yang dilakukan dan menjadi kebijakan sudah pasti mendapatkan perhatian publik, hingga memancing respon dan komentar publik

Bermain pada tataran perhatian publik, sebagai parpol tentu PKS juga membutuhkan publik untuk memberikan penilaian penilaian yang dapat digunakan sebagai masukan dan evaluasi; suara pemilih PKS, dan sebagai pemilih dan memberikan suaranya untuk PKS, tentu apapun yang terkait PKS akan menjadi catatan tersendiri bagi publik

Salah satunya adalah Keputusan Pemecatan kepada Fahri Hamzah dari jenjang partai apapun serta posisinya sebagai Wakil Ketua DPR

Keputusan yang memancing respon dan komentar publik, walaupun PKS dan Kader nya mengatakan ini urusan internal partai; Tetapi publik pun ikut bereaksi menilai dan ikut menanggapi; Mengapa?

PKS boleh katakan ini domain wilayah internal PKS; dan mengatakan sudah pernah terjadi atau hal ini adalah sudah biasa terkait keputusan pemecatan ini kepada kader kader di legislatif

Pertanyaannya apakah pada keputusan pemecatan kader kader sebelumnya, publik ikut tahu? atau masuk dalam tataran perhatian publik? tentu tidak; keputusan pemecatan sebelumnya adalah domain wilayah internal partai, yang tidak menjadi konsumsi publik

Lalu terkait pemecatan Fahri Hamzah?, ada posisi jabatan publik yang menyertainya, ada bargaining position di mata publik yang dimiliki oleh sosok Fahri Hamzah sebagai wakil ketua DPR RI; diluar itu semua, keputusan pemecatan akan mendapatkan respon dan reaksi publik secara nasional

Apakah PKS kaget dengan efek dan dampak yang ditimbulkan dari keputusan? yang awalnya berkata ini adalah urusan internal partai; namun kini menjadi bola liar di tataran publik atau masyarakat

Bahkan ada ungkapan, ini urusan internal PKS, orang lain yang tidak termasuk kader tidak boleh membicarakannya, hal ini menjadi naif; tatkala PKS membutuhkan suara ‘orang lain’ tersebut untuk menjadi pemilihnya ke depan

Secara hitungan, PKS dan kader intinya mungkin tak lebih dari 800.000; selebihnya adalah simpatisan setia dan pemilih yang memilih PKS dengan alasan beragam

Artinya sebagai partai politik, PKS bergantung kepada penilaian masyarakat luas; wadah wadah bagi masyarakat luas untuk menilai tentang PKS bisa melalui media mainstream (media yang sudah ada), social media hingga melihat langsung kinerja PKS dilapangan

Perhatian yang bisa berakhir pada penilaian cinta atau penilaian tidak cinta; ketika sudah menjadi konsumsi publik, apapun bisa terjadi

Pemecatan Fahri Hamzah kini bukan menjadi urusan internal partai semata; tapi sudah memasuki tataran konsumsi publik nasional; soal setuju atau tidak setuju bukan hal yang utama; tapi penilaian publik bagaimana PKS dapat memanage (mengelola) konflik internal dengan baik

Untuk urusan kebijakan atau keputusan memang adalah domain internal PKS; namun ketika soal kebijakan dan keputusan tersebut bermain pada tataran perhatian publik, maka penilaian publik adalah hak milik publik itu sendiri, termasuk hal tersebut akan mempengaruhi rasa cinta atau rasa tidak cinta kepada PKS

Jadi tidak aneh, ketika respon atas pemecatan Fahri Hamzah ditanggapi beragam sehingga menjadi bola liar di masyarakat (publik)

Sebagai Partai Politik yang mencari simpati dan perhatian publik; kasus pemecatan Fahri Hamzah bisa menjadi ujian tersendiri bagi PKS

Semoga di akhirnya, PKS menjadi sebuah pembelajaran bagi masyarakat mengenai gambaran partai yang baik didalam memanjemen konflik internal yang terjadi; karena semua akan ada waktunya

(Adityawarman @aditnamasaya)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY