Benarkah Alasan ini, Dibalik Ramainya Intel Melayu

0
4339

Lingkarannews.com- Indonesia kembali diramaikan oleh sebuah peristiwa ‘aneh’ dimana, seorang yang mengaku direkrut oleh Badan Intelejen Negara dengan Memamerkan SK pengangkatannya sebagai Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) BIN

Bukankah sebuah Badan Intelejen Negara, Protap-nya adalah Kerahasiaan, menjaga kerahasiaan informasi adalah hal paling utama

Lalu sebenarnya apa yang sedang dilakukan seorang Banyu Biru dengan aksi pamer SK pengangkatan DISK BIN?

Publik lebih banyak membaca hal itu adalah sebuah ‘kebodohan’ seorang Banyu Biru, atau rasa pengen eksis semata yang melatarbelakangi seorang Banyu Biru memamerkan SK pengangkatannya di laman Path miliknya

Benarkah hanya hal itu?

Sebelumnya, perlu kita ketahui bahwa DISK BIN dulunya adalah bernama Dewan Analis Strategik (DAS) BIN, dewan analis yang dibentuk dan didirikan pada era masa kepemimpinan AM Hendropriyono tahun 2003 dengan tujuan merekrut para ahli dan pemikir di Indonesia yang memiliki kemampuan ‘potensial’ untuk membantu Negara dan Tanah airnya

DAS BIN selama perjalanannya, telah merekrut begitu banyak tokoh dan praktisi diberbagai bidang yang ada, seperti Ekonomi, Politik, Keamanan dan Sosbud salah satunya adalah Hadi Poernomo mantan dirjen pajak era Presiden Megawati

Kata sumber dari kandang rusa (istilah untuk BIN), Siapa yang tak mau bergabung dengan DAS BIN selain keanggotaan selama satu tahun penuh, tapi juga label sebagai anggota BIN dan hegemoni soal keamanan pada diri tidak usaha dipertanyakan lagi artinya yang bergabung menjadi bagian DAS BIN akan dilindungi secara hukum (lebih dikenal dengan sebutan kebal hukum)

Seolah sebuah pos yang strategis dan prestisius bagi status diri seseorang di negeri ini dengan bergabung menjadi anggota DAS BIN

Keterpilihannya pun adalah hasil pilihan ketat yang dilakukan oleh BIN sebagai Badan Intelejen Negara yang bersifat strategik dan rahasia dengan berorientasi kepada kebutuhan dan kepentingan pada saat itu

Silih berganti, para tokoh di negeri ini pernah masuk menjadi anggota DAS BIN, sebagai sebuah sistem perekrutan, tentu DAS BIN juga memiliki kelemahannya sendiri

Kelemahannya adalah yang direkrut berdasarkan kebutuhan dan kepentingan tersebut, terkadang keluar dari SOP yang ada, yaitu tidak mau menyembunyikan identitas aslinya sebagai anggota BIN dengan bergabung sebagai bagian DAS BIN

Mereka (yang masuk sebagai DAS BIN) seolah menjadi intel melayu

Dimana identitas sebagai anggota BIN (intelejen) dibuka secara luas ke sekitar atau lingkungan yang ada (termasuk media) agar semua tahu, dia adalah anggota BIN

Contoh kasus Hadi Poernomo eks Dirjen Pajak, Hadi Poernomo mengaku bagian DAS BIN bidang ekonomi kepada para awak media

Dan hal ini melanggar dari SOP sebagai anggota intelejen BIN yang ada, menjaga kerahasiaan diri sebagai hal yang utama

Apa yang terjadi dan menjadi kelemahan di DAS BIN, sepertinya menjadi pelajaran yang utama bagi DISK BIN (menjaga kerahasian)

Dan bagaimana supaya aturan dari sistem lama tersebut bisa diubah (soal menjaga kerahasiaan) sudah pasti harus ada peristiwa yang menjadi alasan untuk merubahnya

Apa yang dilakukan Banyu Biru adalah peristiwa yang akan merubah kebiasaan lama yang dibawa oleh DAS BIN (menjaga kerahasiaan)

Tengoklah begitu santai nya seorang Sutiyoso sang kepala BIN dan pencetus DISK BIN, Sutiyoso menyatakan Semua personel BIN itu perlu dievaluasi baik yang struktural maupun nonstruktural

Dengan peristiwa yang dilakukan Banyu Biru, evaluasi besar besar an pun akan terjadi di tubuh BIN secara sistemnya, sistem perekrutan lama yang biasa dicontohkan kepala BIN sebelumnya akhirnya diubah

Perubahan itulah dibalik aksi yang dilakukan seorang Banyu Biru

Banyu Biru tidak mungkin ‘bodoh’ lah, dengan sengaja membuka dan memamerkan identitas keanggotannya di BIN kepada khalayak umum, sehingga bisa dikatakan seorang Banyu Biru sebenarnya sedang melakukan sebuah agenda BIN itu sendiri

Siapa yang tahu, diri Banyu Biru benar dikeluarkan dari keanggotan BIN? setelah aksi pamernya itu? adakah SK Pembatalan nya ditampilkan?

Bukankah justru, dengan opini pemberhentiaan Banyu Biru sebagai anggota DISK BIN, justru menempatkan dirinya ‘tanpa tersentuh’ label BIN, dan bisa memanfaatkan yang dikatakan resmi bukan DISK BIN untuk menutupi keasliannya yang memang masih jadi anggota DISK BIN

Banyu Biru bisa berkata, loh saya kan sudah diberhentikan dari BIN, sementara soal SK berhentinya pun tak sama reaksinya ketika dia mendapatkan SK BIN yaitu dipamerkan

Nothing to lose, ini hanya aksi agenda BIN ala Sutiyoso semata, demi kata perubahan sistem perekrutan (evaluasi), dan yang pasti Sutiyoso kini dapat melakukan evaluasi atas sistem dan kebijakan yang sudah lama (biasa) dilakukan

Contoh saja, dari biasanya namanya DAS BIN kini oleh Sutiyoso diubah menjadi DISK BIN

Dan pastinya, Banyu Biru adalah peletak perubahan istilah intel melayu yang dulu menjadi kebiasaan di BIN itu sendiri

(ADW/NDI)

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY