Belajarlah Kepada KPK, Bagaimana Meredam Kritikan Publik

0
1412

Lingkarannews.com- KPK sebagai lembaga anyi korupsi di negeri ini seolah selalu menjadi perhatian publik terkait penanganan kasus korupsi yang sedang ‘hangat’ terjadi di negeri ini

Perhatian publik terkadang akhirnya berujung kepada penilaian negatif kepada KPK mengenai lambat serta ‘kecurigaan’ keberpihakan lembaga tersebut kepada penguasa

Tapi, kita harus belajar dari KPK, bagaimana mereka (KPK;red) meredam kriyikan publik

Entah ini hanya sebuah analisa kampungan belaka, namun cukup bagi kita semua bisa melihat dan menilainya

Kasus reklamasi dan kasus sumber waras; membuat publik fokus menunggu siapa yang akan dijadikan ‘pesakitan’ dengan status tersangka dari KPK, publik pun menunggu tiap hari tiap jam tiap menit perkembangan kasus tersebut dari pemberitaan dimedia ataupun social media

Lalu bagaimana KPK meredam perhatian publik dari kasus besar yang notabone menyeret nama Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok tersebut?

KPK mengembangkan dua kasus OTT kecil bernilai 50 jt kepada kejati DKI dan OTT kepada Kejati Jabar terkait dana BPJS ditambah mengembangkan kasus di kementerian PU dan Komisi V DPR RI

Dengan adanya dua kasus OTT tersebut serta satu kasus pengembangan; ada range waktu yang dimiliki KPK untuk mengalihakn perhatian publik dari dua kasus besar yaitu reklamasi dan sumber waras

Dengan alasan pengembangan serta pemeriksaan; tentu memberikan waktu kepada kasus reklamasi dan sumber waras untuk di biarkan dulu sementara (dengan cukup memanggil saksi saksi kecil tambahan)

Publik akan teralihkan perhatiannya dari KPK vs BPK, atau KPK vs Ahok

Publik cukup mengetahui, bahwa KPK sedang memeriksa dan mendalami dua OTT jaksa kejati dan kasus di komisi V DPR RI

Sementara untuk kegaduhan KPK dengan desakan mentersangka kan Ahok akan teredam sendirinya; bahkan berharap bisa di hilangakan arah menuju ke sana, dan catatan ‘gorengan’ atas kasus kasus lainnya itu mampu menyedot perhatian publik dengan menyeret nama nama penting baru

Setiap aksi peredaman tentu akan ada penggiringan opini; dengan jalan memberikan arahan bahwa kasus reklamasi dan sumber waras masih jauh dari proses sprindik atau penetapan tersangka baru yang menyeret nama penting, perlu proses dan pemanggilan saksi saksi bahkan akalu ternyata tidak ditemukan niat jahat maka kasus tersebut tidak akan masuk kasus korupsi (opini)

Selama masa penggiringan opini dijalankan, maka KPK melanjutkan tugas dan funsi nya seperti biasa yaitu memeriksa dan mendalami kasus lainnya; contoh dua kasus OTT KPK dan kasus komisi V DPR RI

KPK mencoba mengikis perhatian publik dari kasus besar yang akan menyeret mereka (KPK) kepada konflik kepentingan di kasus reklamasi dan sumber waras

Mungkin benar, sudah saatnya kita harus belajar kepada KPK bagaimana cara meredam perhatian publik dari kasus kasus besar yang menyedot tensi dari penguasa negeri ini

Karena KPK adalah lembaga anti korupsi yang juga bisa salah

(Adityawarman @aditnamasaya)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY