Belajar Dari Venezuela: Inflasi, Venezuela Tarik Uang Kertas Yang Terbanyak Digunakan

0
1268

Lingkarannews.com Caracas- Di tengah inflasi, pemerintah Venezuela menarik uang kertas yang paling banyak digunakan warga, sehingga memicu kecaman luas.

Presiden Nicolas Maduro hari Minggu (11/12) mengumumkan bahwa mata uang 100 bolivar akan ditarik dari peredaran selambat-lambatnya hari Rabu (14/12). Mata uang 100 bolivar itu kini bernilai sekitar 2 sen dan merupakan jenis uang kertas yang paling banyak digunakan di negara yang sedang mengalami kehancuran ekonomi itu.

Pemerintah Venezuela berjanji dalam beberapa hari mendatang akan mulai mengeluarkan mata uang dengan denominasi yang lebih besar, dari 500 hingga 20.000 bolivar. Maduro mengatakan ia menarik mata uang 100 bolivar itu untuk memerangi penyelundupan di perbatasan Kolombia.

Pengumuman itu langsung dikecam luas. Sejumlah kritikus mengatakan 72 jam tidak cukup untuk beralih ke jenis mata uang yang baru. Warga Venezuela sudah antri berjam-jam untuk menarik uang mereka di bank dan ATM seperti dikutip dari laman media VoaIndonesia.com

Belajar Dari ‘Kemungkinan’ Yang Terjadi di Venezuela, Terjadi di Indonesia

19 Desember 2016, Indonesia rencananya akan mengfedarkan uang cetakan terbaru edisi NKRI dengan nominal 50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000 serta uang logam terbaru dari nominal 1.000, 500 dan 100

Belajar dari yang terjadi di Venezuela, akankah akan terjadi di Indonesia apabila terkena dampak inflasi sementara julah uang dipasaran sudah terlalu banyak akibat adanya uang cetak baru edisi NKRI

Jangan sampai terlambat, sadar pada menit akhir, karena situasi ekonomi global cenderung menunggu kepastian, dan tidak mengambil putusan secara tiba tiba termasuk mengeluarkan cetakan uang baru karena kuatir akan dampak yang akan terjadi karena akan banyaknya jumlah uang yang beredar

 

Adityawarman @aditnamasaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY