Antek Freemasonry adalah ‘ahlinya’ Manipulatif dan konspiratif

0
716

 

 

Lingkarannews.com- Menganggap diri menjadi bagian atau masuk didalam gerakan freemasonry, maka harus bersiap kepada dua sikap yang menjadi wajib hukumnya harus dikuasai yaitu: pribadi yang manipulatif dan mampu berpikir dan menjalankan hal konspiratif

Pribadi yang manipulatif artinya menjadi pribadi yang menjadikan kesan dan penilaian (pencitraan) orang banyak menjadi hal yang harus ditaklukan, persoalannya adalah demi membangun kesan dan penilaian tersebut maka hal seperti berbohong/manipulatif adalah catatan utamanya

Kita tahu bahwa bohong biasa digunakan dalam manajemen kesan. Misalnya agar seorang gadis terkesan pada Anda, maka Anda berbohong telah melakukan banyak hal hebat dalam hidup Anda. Nah, mereka yang sangat memperhatikan kesan mereka di mata orang lain adalah mereka yang cenderung untuk berbohong. Tidak lain ya untuk memanajemen kesan itu. Biasanya kebohongan yang dilakukan adalah yang berorientasi diri sendiri.

Sekurangnya ada dua tipe kepribadian yang sangat memperhatikan kesan di mata orang lain, yaitu tipe kepribadian kesadaran diri publik (public self-consciousness) dan tipe kepribadian mengarah ke orang lain (other directedness). Tipe kesadaran diri publik maupun tipe kepribadian mengarah pada orang lain sangat memperhatikan perhatian yang diberikan orang dan apa yang mereka pikirkan. Misalnya Anda ribut takut pendapat orang mengenai pakaian yang Anda kenakan akan negatif, sehingga berjam-jam mematut diri untuk memastikan orang akan menganggap Anda sempurna.

Mereka yang memiliki tipe kepribadian itu biasanya juga sangat memperhatikan orang lain, namun bukan karena sungguh-sungguh memperhatikan. Mereka melakukannya untuk meningkatkan kesan baik pada dirinya. Menolong bukan karena kasihan, tapi agar dinilai orang baik hati. Orang-orang yang suka pamer tergolong dalam tipe kepribadian ini. Di mana-mana mereka menyombongkan apa yang dimilikinya, tujuannya ya agar orang terkesan. Nah, mereka yang seperti ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk berbohong.(psikoterapis.com)

Untuk menunjang dan mendapatkan tujuan, aksi manipulatif adalah dapat berupa aksi konspiratif (membangun)

Dibutuhkan jiwa yang mampu membangun konspiratif agar manipulatif yang dilakukan tidak ketahuan oleh orang lain, artinya butuh aksi pertahanan diri dalam melindungi dan menjaga kesan yang dibangun.

Freemasonry sebagai gerakan rahasia membutuhkan anggota atau antek yang paham dikedua hal tersebut, manipulatif dan kosnpiratif

Menjadi anggota Freemasonry, berarti harus siap memanipulatif diri dan bersiap akan konspiratif dunia.

Sebagai gerakan rahasia, keanggotan dan keterpilihan sang anggota juga melalui begitu banyak data data yang manipulatif sebagai pengalihan dan disaat itulah konspirasi mulai dijalankan.

Berawal dari permainan simbol simbol yang akan menentukan posisi diri di masyarakat, hingga konspirasi untuk mendapatkan posisi tertinggi di masyarakat.

Contohlah, ketika seorang walikota bersama istrinya bergabung dengan sebuah organisasi yang termasuk gerakan freemasonry yaitu Rotary club, dengan memakai logo rotary club pada logo mobil esemka agar mendapat perhatian para funding di tingkat elite freemasonry

mason

Bermain pada tataran simbol sebagai kode bagian gerakan, sudah bisa ditebak untuk mendapatkan ‘perhatian’ para elite digerakan freemasonry, padahal produk esemka adalah produk ‘aspal’ dari mobil Cina bermerk Foday; bagian inilah yang dimaksud dengan manipulatif

ketika kode perhatian itu diterima oleh para elite dunia, sehingga ‘keterpilihannya’ sudah diputuskan; maka aksi konspiratif adalah hal yang wajar dilakukan untuk mensukseskan suksesi.

Maka itulah, anggota atau antek Freemasonry sudah dibiasakan untuk melakukan dua kebiasaan diri yaitu manipulatif dan konspiratif, lalu pertanyaannya bagaimana atau sampai kapan manipulatif dan konspiratif itu akan bertahan pada sosok yang ‘dipilih’ tadi

Jawabannya; akan diselesaikan dengan sosok anggota dan antek lainnya lagi, itu adalah hukum alam di freemasonry, posisinya akan digantikan oleh anggota atau antek pilihan lainnya.

Sukses dengan manipulatif dan konspiratif maka ‘selesainya’ pun dengan manipulatif dan konspiratif pula dan dilakukan oleh pilihan freemasonry lainnya.

 

 

(ndi/dw)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY