Antara Virus Zika, Olimpiade Brasil dan Rockefeller

0
3843

Lingkarannews.com- Demam Zika disebarkan oleh virus gigitan nyamuk dari Afrika, Aedes aegypti, nyamuk yang juga menjadi penyebab banyak penyakit lainnya seperti chikungunya, demam berdarah dan penyakit kuning.

Virus Zika kemudian terdeteksi di negara Brasil pada April 2015 lalu dan telah dengan cepat menyebar ke hampir 18 negara bagian di Brasil. Demam Zika akibat Virus Zika atau Zika Virus (ZIKV) juga bertanggungjawab atas terhambatnya pertumbuhan otak janin di Brasil.

Ibu hamil harus waspada karena sudah terbukti bahwa Zika mampu menembus cairan ketuban. “Infeksi pada janin bukan hal yang baru. Tapi, infeksi Zika pada janin baru sekarang ini terjadi, ” kata Dr. Lyle Petersen, direktur CDC’s Division of Vector-Borne Diseases.

Menurut CDC, ada juga kasus  penularan virus selama persalinan, transfusi darah, paparan laboratorium dan kontak seksual.

Zika juga  telah ditemukan dalam ASI, tapi belum terkonfirmasi apakah virus itu bisa menular ke bayi lewat ASI.

Sejauh ini, baru ditemukan dua kasus penularan Zika lewat hubungan seks.

Sangat sulit untuk mendeteksi virus Zika Brasil karena gejalanya sangat umum, bahkan sering tanpa gejala apapun. Generasi manusia kian terancam

Negara mana saja yang telah terkena Zika? Barbados, Bolivia, Brazil, Cape Verde, Colombia, Dominika, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Samoa dan Amerika Serikat.

Beberapa pengamat memperkirakan bahwa virus ini dibawa orang saat digelarnya Piala Dunia Sepakbola pada tahun 2014 lalu di Brasil. Menurut CDC, kasus di Amerika terjadi dari penduduk yang pergi ke Amerika Latin dan tertular di sana.

Pernyataan itulah yang selama ini disebarluaskan mainstream media walau hanyalah sebuah dugaan tanpa bukti, lalu virus ini kemudian menyebar ke Brasil. Tapi apakah benar demikian?

Virus Zika di Brasil dari varian virus Zika di Afrika

Walaupun memiliki gejala yang hampir sama, namun Virus Zika yang menyebar di Brasil ternyata tidak sama persis dengan virus Zika di Afrika. Virus Zika di Brasil adalah hasil rekayasa genetik atau transgenetik dengan nama kode virus: ATTC®VR-84™.

Zika Virus dengan kode ATTC®VR-84™ memperlihatkan lambang ® adalah kode “Registered” (telah diregistrasi) dan lambang adalah kode “Trade Marked” (merk dagang). Jadi jelas bahwa virus ini adalah hasil rekayasa dan juga virus varian.

Virus Zika masuk dalam klasifikasi Flaviviridae atau Flavivirus. Proyek transgenetik ini didanai oleh J. Casals dan Rockefeller Foundation sejak tahun 1947 lalu.

Sumber virus ini menggunakan virus alam dari daerah hutan hujan Zika di daerah  Entebbe di Uganda, oleh kerananya virus ini dinamai “Zika”, adalah nama sebuah wilayah di Uganda.

Virus hasil rekayasa genetik ini berasal dari darah monyet di hutan tropis Zika, Uganda yang telah terkena virus ini dan kemudian dilakukan experimental forest sentinel rhesus monkey pada tahun 1947 di Zika, Uganda. Adanya virus Zika adalah referensi sejak tahun 1952 oleh Dick GW. Trans. R Soc. Trop. Med. Hyg. 46: 509, 1952.

Sementara itu nyamuk yang menulari virus Zika juga hasil modifikasi transgenetik atauGenetically Modified Mosquito’s (GMMs), yaitu nyamuk Aedes aegypti yang diberi kode:OX513A Aedes aegypti yang disebut juga sebagai “kill switch gene”.

Jadi jelas terlihat bahwa virus Zika adalah “Senjata Biologi” atau Bio-Weapon atauBiological warfare (BW) atau germ warfare, sebagai “agen biologi” yang dibuat untuk misi khusus, terutama untuk senjata pemusnahan massal (weapons of mass destruction) baik itu langsung atau pun tak langsung atau dalam jangka waktu panjang.

Senjata biologi (biological weapon) adalah senjata yang menggunakan patogen baik itu bakteri, virus, atau organisme penghasil penyakit lainnya, sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh.

Dalam pengertian yang lebih luas, senjata biologi tidak hanya berupa organisme patogen, tetapi juga toksin berbahaya yang dihasilkan oleh organisme tertentu. Dalam kenyataanya, senjata biologi tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan dan tanaman.

Pembuatan dan penyimpanan senjata biologi telah dilarang oleh Konvensi Senjata Biologitahun 1972 yang ditandatangani oleh lebih dari 100 negara. Alasan pelarangan ini adalah untuk menghindari efek yang dihasilkan senjata biologi, yang dapat membunuh jutaan manusia, dan menghancurkan sektor ekonomi dan sosial. Namun, Konvensi Senjata Biologi hanya melarang pembuatan dan penyimpanan senjata biologi, tetapi tidak melarang pemakaiannya!

Bahkan dikabarkan, bahwa virus Zika di Brasil dikontrol dan didanai oleh konglomerat AS, Bill Gates melalui Bill and Melinda Gates Foundation! Namun banyak kritisi yang menyatakan bahwa Bill Gates hanyalah pion yang terlihat, dan terdapat banyak layer atau kelompok rahasi diatas dia secara berlapis-lapis dan pastinya tak terlihat.

Nyamuk transgenik bisa jadi penyebab wabah Zika

Pada pertengahan 2012 lalu, perusahaan bioteknologi Inggris Oxitec, melakukan sebuah rekayasa genetika atau transgenetika dilakukan para ilmuwan kepada nyamuk Aedes aegypti.

Mereka membuat “bug super” atau “nyamuk canggih” dengan tujuan untuk mengurangi populasi nyamuk secara keseluruhan yang dapat menyebarkan demam berdarah dan chikungunya di timur laut Brasil.

Tujuan awal program modifikasi genetik (genetically modified) atau GM oleh Oxitecadalah untuk melepaskan hanya nyamuk Aedes jantan ke alam liar dan mereka pada gilirannya akan menghasilkan keturunan dengan virus mereka lalu menyebarkan dan menurunkan kepada nyamuk-nyamuk perempuan, begitu seterusnya.

Maka anak-anak dari nyamuk ini kemudian akan mati muda sebelum usia berkembang biak karena coding GM dalam gen mereka, dengan catatan: asalkan antibiotik tetrasiklin tidak ada, yang akan membuat ulang DNA pada nyamuk GM atau rekayasa genetik OX513A Aedes aegypti  ini.

Lagi pula sebelum pelepasan ini, tidak meneliti lebih jauh akan adanya efek samping dari hasil rekayasa transgenetika atau genetically-modified mosquitoes (GMMs) ini.

Tapi ternyata benar! Hasilnya tak memuaskan, karena sudah ada tingkat kelangsungan hidup dari nyamuk yang selamat hingga lima persen pada nyamuk GMMs ini walaupun tanpa kehadiran tetrasiklin!

Antibiotik ini, yang sering digunakan untuk mengobati jerawat remaja, dapat ditemukan di alam juga, muncul di tanah, permukaan air dan makanan, dengan beberapa penelitian yang menyatakan bahwa tingkat kelangsungan hidup nyamuk GMMk berpotensi meningkat menjadi 15 persen.

Oleh karenanya, nyamuk sub-spesies buatan manusia ini dianggap oleh sebagian kritisi memang sebagai penyebab virus Zika di Brasil.

Rekayasa transgenetik GMO atau Genetically Modified Organism (modifikasi organisme secara genetika) terhadap nyamuk Aedes aegypti,  bisa jadi sebagai salah satu penyebabnya, ujar mereka

Mengapa virus Zika bersamaan dengan Olimpiade Brasil 2016

Pertanyaan besar mengemuka, apakah penyebaran virus Zika di brasil ini dapat membatalkan kegiatan Olimpiade yang akan dilaksanakan di Brasil pada 2016 ini?

Ditambah WHO telah mengeluarkan statement darurat untuk virus Zika, berikut jawaban yang diberikan oleh pemerintah Brasil

Kendati Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit yang terkait dengan virus Zika di Amerika Latin sebagai keadaan darurat kesehatan global, Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro tidak akan dibatalkan.

Pemerintah Brasil berkeras bahwa tiada risiko bagi para atlet dan pendukung untuk berpartisipasi dalam ajang olahraga terakbar, pada Agustus mendatang.

“Kami harus menjelaskan kepada mereka yang datang ke Brasil, para atlet, bahwa risikonya nol jika Anda bukan perempuan hamil,” kata kepala staf pemerintah Brasil, Jaques Wagner, kepada kantor berita Reuters.

Sebelumnya, Presiden Brasil, Dilma Rousseff, memberikan wewenang kepada para petugas kesehatan dan kebersihan untuk menggunakan kekerasan, jika diperlukan, demi bisa memasuki bangunan milik pribadi. Di bangunan-bangunan tersebut, para petugas kesehatan dan kebersihan ditugaskan membasmi sarang nyamuk, khususnya Aedes aegypti.

Guna menyokong langkah tersebut, lebih dari 200.000 serdadu telah diperbantukan.

Kementerian Kesehatan Brasil mengklaim bahwa sekitar 25% dari 49 juta rumah telah diinspeksi.

Pada Selasa (01/02), Dirjen WHO, Dr Margaret Chan, menyatakan virus Zika sebagai ‘peristiwa yang tidak biasa’ yang membutuhkan tanggapan terpadu.

Para ahli khawatir bahwa virus ini akan menyebar secara cepat dan meluas dengan konsekuensi besar.

Infeksi virus ini dikaitkan dengan gejala microcephaly atau kelahiran bayi dengan ukuran otak yang lebih kecil walaupun belum dipastikan kaitan sebab akibat antara keduanya.

Di Brasil saja, terdapat 4.000 kasus microcephaly yang dilaporkan sejak Oktober 2015 lalu.

Bisa saja, pihak kesehatan dunia berwenang akan melakukan keputusan apabila dibutuhkan untuk membatalkan kegiatan olimpiade Brasil tersebut, dengan melihat pertimbangan yang jelas

Pertimbangan tersebut adalah dikuatirkan Virus Zika tersebut justru akan makin tersebar dampaknya akibat kedatangan peserta atau atlet dari berbagai negara

Kekuatiran tersebut beralasan, karena penyegahan bisa saja tidak bisa dilakukan apabila kondisi peserta dan partisipan kegiatan olimpiade tersebut dalam kondisi yang tidak sehat dan terganggu kondisi tubuhnya (Hamil dan lainnya); dan hal inilah yang berbahaya

Teori konspirasi pun menyerabak, bahwa Virus Zika sengaja menjangkiti Brasil demi olimpiade yang akan berlangsung, agar penyebaran virus keseluruh dunia bisa terjadi

Dan apabila hal tersebut dipenuhi, maka agenda depopulasi ala kaum freemasonry bisa dikatakan penyebab dibalik keberadaan virus zika tersebut

Zika dan Rockefeller 

Setelah tersebar, Virus Zika akhirnya mendapat perhatian dunia dengan mencoba mencari vaksin penyembuh virus dengan melibatkan berbagai perusahaan vaksin dunia dan peneliti berbagai Universitas di dunia

Yang menarik, adalah keterlibatan penuh dari Rockefeller Foundation dan University yang bekerja sama dengan para peneliti kanada dan amerika untuk mendapatkan vaksin anti virus Zika

Pengalaman sejak 1947 di hutan Uganda, para peneliti menganggap ada konspirasi besar terkait Rockeffeler dibalik penyebaran virus zika yang semakin tak terkendali ini, bahkan mengharuskan WHO mengeluarkan pernyataan darurat atas wabah Zika tersebut

zika-virus-rockerfeller

Tentu akhirnya adalah, bisnis vaksin anti virus Zika yang diproduksi oleh perusahaan vaksin milik Freemasonry tersebut

(ADW/NDI)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY