Antara Ilusi Uang, Bank Sentral dan Konspirasi Pendirian The FED

0
1339

Lingkarannews.com l Jakarta – Uang, sejatinya adalah alat pembayaran yang digunakan dalam sebuah transaksi yang telah disepakati bersama ( dua pihak atau lebih ). Namun untuk mencetak uang, kesepakatan tidaklah cukup, dibutuhkan sebuah jaminan yang akan menjamin kesepakatan tersebut, atau biasa dikenal dengan colleteral. Dan bentuk colleteral yang disepakati bersama didunia ( menurut buku-buku ) adalah emas. Namun benarkah demikian?

1. Nyetak Uang Tanpa Modal

Uang ( Bank notes ) dimanapun di dunia modern ini, sudah pasti dicetak oleh sebuah lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi yang dipercaya negara, yaitu bank sentral. Lembaga itulah yang memilki hak monopoli untuk mencetak uang di suatu negara. Pertanyaannya, berapa modal yang dibutuhkan oleh sebuah bank sentral disuatu negara untuk mencetak uang dalam jumlah yang dibutuhkan Negara? Jawab-nya : Modalnya cuma undang-undang.

Uang yang dicetak berdasarkan undang-undang, tanpa di back up emas / perak inilah yang kemudian dikenal dengan Fiat Money.

2. Bank Sentral Swasta

Uniknya, di negara-negara maju Eropa dan Amerika Serikat, lembaga kredibilitas bernama Bank Setral, yang diberi kewenangan mencetak uang, bukanleh lembaga milik negara, melainkan swasta.  The FED Amerika Serikat contoh-nya. Dalam  Encyclopedia Britannica, dijelasin: “A Federal Reserve Bank is a privately owned corporation”.

House Of Rothschild
The First Bank of US – House Of Rothschild Philadelphia

Federal Reserve ( The FED ) adalah bank sentral swasta ketiga di Amerika Serikat. Bank sentral swasta pertama adalah The First Bank of US Milik swasta, dengan konsesi 20 tahun. Pemiliknya adalah Rothschild. The First Bank of US dibentuk tahun 1791, dan dibubarkan saat konsesi-nya berakhir yaitu tahun 1811.

Setelah 4 tahun tanpa bank sentral, maka dibentuk lagi The Second Bank of US yang juga milik swasta, dengan Konsesi 20 tahun juga. Yaitu dari tahunn 1815, dan dibubarkan saat masa konsesi selesai tahun 1835.

Dari tahun 1835 sampai 1913, Amerika Serika tidak punya bank sentral. Uang dicetak langsung oleh Pemerintah (disebut US Notes).

3. Konspirasi Lahirnya Federal Reserve Bank ( The FED )

Ketidakhadiran bank sentral swasta dalam masa 78 tahun membuat ‘Global Elites‘ kehilangan setengah taji-nya. Bukan rahasia lagi, tanpa menguasai bank sentral, mustahil mereka dapat menguasai perekonomian Amerikat Serikat dan Dunia. Maka berkumpulah ‘Global Elites’ tersebut untuk membuat ‘makar’ dengan prinsip : Problem – Reaction – Solution.

Problem

Untuk  ‘mencuci otak’ rakyat Amerika Serikat saat itu terhadap opini tentang pentingnya keberadaaan sebuah bank sentral, maka dibuatlah sebuah rekayasa intelektual. Tahun 1907, Jacob Schiff – yang dijuluki “God of Wall Street” – menyampaikan speech-nya tentang pentingnya keberadaan sebuah bank sentral di depan kongres. Ia mengatakan :  “Jika tidak ada bank sentral, maka ekonomi negeri ini akan hancur”. Rakyat segera bereaksi terhadap ucapan Jacob, sehingga menimbulkan paranoid masal.

Panic 1907 newspaper
Panic 1907 Newspaper

Setelah Jacob Schiff berpidato, JP Morgan pun membuat isu yang tidak kalah mengkhawatirkan bahwa akan “ ada dua bank yg tidak memiliki likuiditas dan akan bangkrut ”. Rakyat bertambah panik, nasabah-nasabah pada panik dan rush money terjadi di bank-bank. Padahal sebenarnya, sebelum pidato dan isu yang sengaja diheembuskan, kondisi perbankan baik-baik saja. Perbankan justru bermasalah ketika rush money terjadi. Negara terancam krisis.

Reaction

Untuk membuat rakyat percaya terhadap isu yang dihembuskan koleganya ; Jacob  Schiff dan JP Morgan, bagi ‘Global Elites’ sangatlah mudah, karena mereka menguasai media masa. Media masa itulah yang digunakan sebagai mass mind control.

Panic 1907JP Morgan, Stillman dan Rockefeller kemudian menyebarkan isu kembali, bahwa mereka telah menyuntikkan dana ke bank-bank untuk menolong perekonomian. Padahal faktanya tidak pernah ada yang bisa menyebutkan berapa dana yang disuntikkan oleh ketika orang tersebut.

Gayung bersambut. Lord Rothschild dari Eropa mengirim ucapan atas kekaguman dan respek terhadap ‘heroisme’ JP. Morgan dalam ‘menyelamatkan perbankan dan perekonomian Amerika Serikat’.

Bagaimana rakyat Amrik saat itu tidak percaya? yang berbicara dan melakukan aksi-aksi heroik adalah dewa-dewa ekonomi saat itu.

Solution

Ditengah kondisi krisis ekonomi itulah, ‘Global Elites’ masuk sebagai dewa penolong yang memberikan sebuah ‘solusi. Dan tebak, apa solusi dari para ‘Global Elites’ ? Pendirian Bank Sentral Swasta.

Maka dirancanglah draft UU Bank Sentral (Federal Reserve Act) di mansion JP Morgan di Jekyll Island. Akhirnya Federal Reserve Act disahkan Kongres tgl 22 Desember 1913, ketika sebagian besar senator sedang liburan natal. Dan satu hari stelahnya, yaitu Pada Tanggal 23 Desember 1913, Federal Reserve Bank Berdiri.

Dengan disahkannya UU Federal Reserve, tiap dolar yang dicetak adalah utang Pemerintah AS pada bank sentral swasta, berikut bunga-nya.

Sejak thn 1913 itulah kondisi ekonomi Amerika Serika dan dunia mulai kacau. Perang da kekacauan selalu terjadi, guna-nya adalah agar Negara mengalami defisit terus dan mencetak uang terus. Mencetak uang berarti menambah pundi-pundi kekayaan ‘Global Elites. Ingat PD I thn brp?? 1914 , hanya beberapa bulan setelah Feds didirikan.

Last but not least, rasanya kita boleh mempertanyakan, siapa pemilik sesungguhnya Bank Indonesia? sila baca-baca lagi sejarah pendirian Bank Indonesia ( BI ).

Berbagai Sumber

( ADITYAWARMAN ) @aditnamasaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY