Amerika Latin Dan Amerika Serikat Terjangkit Wabah Virus Zika

0
2806

Lingkarannews.com- Sebagian besar wilayah Amerika latin saat ini sedang disibukkan dengan wabah Virus Zika. Virus yang pertama kali ditemukan di Afrika pada 1947 dan pada 2014 diketahui telah menyebar ke arah timur melintasi Samudera Pasifik ke Polinesia Prancis, lalu ke Pulau Paskah dan pada tahun 2015 ke Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia, wabah Virus Zika telah dianggap sebagai pandemi (2015 – sekarang).

Berdasar deskripsi WHO, Virus Zika (ZIKV) termasuk dalam keluarga Virus Flaviviridae, genus Flavivirus. Penularan-nya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit yang disebabkan oleh Virus Zika – yang kemudian dikenal dengan demam Zika – berupa demam berdarah (DB) ringan yang tidak membayakan. Penyakit Zika berhubungan dengan demam kuning (dengue) dan penyakit West Nile, yang disebabkan oleh flaviviruses arthropoda-borne lainnya.

Meningkatnya kekhawatiran negara latin terhadap wabah Virus Zika dimulai ketika meningkat-nya kasus penyakit Microcephaly ( Penyakit dimana ukuran tengkorak kepala dan otak mengecil ) pada kelahiran bayi, seiring dengan penyebaran demam Zika di wilayah tersebut. Tercatat ditemukan 3.530 kasus microchepaly, padahal ditahun-tahun sebelumnya kasus microcephaly rata-rata hanya tercatat 163 kasus. Meski belum ada penelitian yang membuktikan bahwa microchepaly terkait langsung dengan virus Zika, namun beberapa negara latin tersebut telah mencanangkan waspada wabah Zika. Brazil menjadi negara dengan jumlah penyebaran virus Zika terbesar didunia.

Menanggapi kasus microcephaly, pemerintah El Savador meminta kepada penduduk perempuan untuk menunda kehamilan hingga tahun 2018. “Kita menyarankan kepada seluruh perempuan berusia subur agar menghindari kahamilan antara tahun ini dan tahun depan” kata Deputi Menteri Kesehatan ElSavador, Erduardo Espinoza, seperti dikutip Reuter. El Savador mulai meberi imbauan tersebut karena telah mendeksi 4.397 kasus Virus Zika dan mencatat 96 perempuan hamil terinveksi vurus Zika. Di Kolombia kasus serupa ditemukan sebanyak 13.531 sehingga membuat Kolombia menjadi negara dengan jumlah kasus Virus Zika terbesar kedua setelah Brazil.

Microchepaly

Di Florida, negara bagian Amerika Serikat, telah ditemukan tiga kasus serangan virus Zika, mereka adalah warga yang pernah melakukan perjalanan ke negara di Amerika Latin. Dua kasus ditemukan ditemukan di wilayah Miami, satu kasus ditemukan diwilayah Hillsborough. Seiring perkembangan, Amerika Serikat memberi peringatkan wanita hamil untuk menghindari kunjungan ke 14 negara latin yang sedang terkena wabah Virus Zika.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia belum terlalu terburu-buru menanggapi wabah ini. “Saya kira virus tidak akan sampailah ke Indonesia, mengingat jaraknya yang terlampau jauh” kata Untung Suseno Sutarjo, Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

( ADW )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY