1 November, Turki akan laksanakan Pemilihan Umum

0
483
Supporters of Turkey's ruling party the Justice and Development Party (AKP) celebrate with party flags after the first results of the parliamentary election in front of party headquarters in Ankara on June 12, 2011. Turkey's ruling Islamist-rooted party clinched a record landslide in today's parliamentary polls but was short of the two-thirds majority it needs to amend the constitution, near-complete results showed. With 99 percent of the votes counted, Turkish Prime Minister Tayyip Erdogan's Justice and Development Party was leading with 50 percent of the vote for a third straight win, according to results on television channels. AFP PHOTO/ADEM ALTAN (Photo credit should read ADEM ALTAN/AFP/Getty Images)

 

Lingkarannews.com- Para pemimpin politik di Turki menyelenggarakan pawai terakhir Sabtu 31/10 menjelang diselenggarakannya pemilu hari Minggu.

Pemilu ini merupakan ulangan dari pemilu bulan Juni lalu ketika Partai Kesejahteraan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin oleh Presiden Turki saat ini, Recep Tayyip Erdogan kehilangan posisi mayoritasnya.

Kantor berita AFP melaporkan Partai AKP diperkirakan akan meraih 40 hingga 43 persen suara. Diperkirakan, angka ini akan mengarah pada pembentukan pemerintahan koalisi lagi di sana.

Perdana Menteri Ahmet Davutogluyang juga berasal dari AKP mengatakan pemilu kali ini bisa diibaratkan sebagai “referendum untuk menentukan masa depan Turki”.

Davutoglu menyatakan perlunya “pemerintahan yang kuat di saat yang genting ini”.

Namun pihak oposisi mengkhawatirkan bahwa itu akan menjadi jalan masuk bagi terbentuknya pemerintahan militer di Turki.

Turki saat ini berada dalam kondisi tegang sesudah berbagai konflik meruncing di sana dengan terjadinya serangan kelompok pejihad maupun meningkatnya ketegangan dengan etnis Kurdi.

Bulan lalu, demonstrasi yang digerakkan oleh partai HDP di ibu kota Ankara diserang oleh ledakan bom yang menewaskan lebih dari seratus orang.

Serangan itu dianggap sebagai serangan terbesar dalam sejarah Turki modern.

Wartawan BBC melaporkan para pemilih khawatir terhadap persoalan ekonomi yang menimpa negara itu serta keadaan demokrasi di sana.

 

Sumber

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY